News / internasional
Rendy Adrikni Sadikin | Rima Suliastini
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [AFP]

Suara.com - Kim Jong Un akhirnya mengakui Korea Utara sedang menghadapi situasi terburuk. Menyadur Independent Kamis (08/04) ia berkata bahwa ini adalah keadaan terburuk yang pernah ada.

Hal ini diungkapkan saat ia berbicara pada ribuan anggota partai yang berkuasa dalam konferensi politik besar di Pyongyang pada hri Selasa.

Para ahli mengatakan Kim Jong Un saat ini sedang menghadapi momen terberatnya ketika dia mendekati satu dekade pemerintahan.

Penguncian virus corona yang sangat ketat membuat ekonomi hancur dan keadaan menjadi semakin kacau ketika hal ini berkaitan dengan sanksi AS atas program senjata nuklirnya.

Baca Juga: Perihal Korut Absen di Olimpiade Tokyo, IOC Belum Bisa Konfirmasi

"Meningkatkan standar hidup masyarakat, bahkan dalam situasi terburuk yang pernah ada di mana kita harus mengatasi banyak tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bergantung pada peran yang dimainkan oleh sel, organisasi akar rumput partai," kata Kim.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memimpin pertemuan darurat dalam foto yang dirilis KCNA di Pyongyang, Korea Utara, pada Sabtu (25/2020). [STR / KCNA VIA KNS / AFP]

Pengakuan ini sangat jarang terjadi di Korea Utara, di mana pemimpin mereka mengakui negaranya sedang berada di titik terlemah. Dia mendesak anggota untuk melaksanakan keputusan yang dibuat pada kongres partai bulan Januari.

Saat itu, ia berjanji untuk meningkatkan penangkal nuklirnya dalam menghadapi tekanan AS dan mengumumkan rencana pembangunan nasional lima tahun yang baru.

Selama pidato, pemimpin Korea Utara itu juga mengkritik unit akar rumput partai untuk dianggap kurang dan harus segera diperbaiki untuk memastikan pembangunan partai.

Kemunduran ekonomi Korea Utara membuat Kim Jong Un tidak bisa menunjukkan kesuksesan diplomasi ambisiusnya dengan mantan Presiden Donald Trump.

Baca Juga: Terancam Kelaparan, Sejumlah Diplomat Pilih 'Cabut' dari Korea Utara

Sejauh ini, Korea Utara menolak tawaran Biden untuk melakukan pembicaraan terkait nuklir. Ia justru menyerang Washington dan menyebutnya musuh bebuyutan.

Komentar