Suara.com - Setidaknya satu orang tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka akibat insiden penembakan pada Kamis (8/2) di sebuah pabrik pembuatan lemari di Bryan, Texas, Amerika Serikat.
Menyadur US News, Jumat (9/4/2021) tersangka, yang diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai Larry Bollin, ditangkap setelah sempat terjadi kejar-kejaran.
Pelaku yang juga karyawan pabrik Kent Moore Cabinets berhasil dibekuk di kota kecil Iola, sekitar 30 mil dari pabrik, Bryan.
Bollin, dari Iola, dituduh melakukan pembunuhan dan ditahan dengan uang jaminan 1 juta dolar, menurut keterangan Departemen Kepolisian. Motifnya masih diselidiki.
Akibat insiden tersebut, satu orang tewas di tempat kejadian, dan empat lainnya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis, kata pihak berwenang.
Kepala Polisi Bryan Eric Buske dalam konferensi pers Kamis malam juga menyampaikan dua orang dibawa ke rumah sakit akibat insiden tersebut.
Departemen Keamanan Publik Texas mengatakan di Twitter bahwa seorang polisi ditembak saat mengejar yang diduga terlibat dalam penembakan. Polisi tersebut dilaporkan dalam kondisi serius namun stabil.
Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia "berdoa untuk para korban dan keluarga mereka dan untuk petugas penegak hukum yang terluka saat menangkap tersangka."
Penembakan di Bryan terjadi sehari setelah penembakan menewaskan enam orang di Rock Hill, Carolina Selatan dan penembakan massal di Georgia, Colorado dan California dalam tiga minggu terakhir yang menewaskan 22 orang.
Baca Juga: Bahaya Terorisme di Indonesia, Kedubes AS Keluarkan Peringatan
Sebelumnya Kamis, Presiden Joe Biden mengumumkan langkah besar pertamanya untuk memberantas peredaran senjata api rakitan untuk mengatasi kekerasan.
"Kekerasan bersenjata di negeri ini sudah jadi epidemi, dan ini memalukan secara internasional," kata Biden pada Kamis (08/04) waktu setempat.
Perintah tersebut mencakup pembatasan bagi kepemilikan senjata-senjata tertentu, memperketat pemeriksaan latar belakang pemilik, dan mendukung langkah pencegahan dari pihak berwenang di daerah-daerah.
Namun, Joe Biden akan menghadapi tantangan berat dalam mengendalikan peredaran senjata api rakitan di masyarakat.
Masalahnya, memiliki senjata api merupakan hak warga yang dilindungi oleh Amandemen Kedua Konstitusi AS sehingga tidak sedikit warga yang menilai pembatasan itu bakal melanggar hak konstitusi mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap