Suara.com - Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencatat total pekerja migran Indonesia atau PMI yang pulang saat pandemi Covid-19 pada tahun ini sebanyak 60 orang.
"Sejak Januari sampai saat April 2021 ini, tercatat 60 orang PMI itu pulang karena habis kontrak dari sejumlah negara, terutama Malaysia," kata Kepala Disnaker Kota Mataram Hariadi di Mataram, Rabu (21/4/2021).
Dikatakannya bahwa 60 orang PMI yang pulang di tengah pandemi Covid-19 tahun ini, sudah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) pemulangan PMI, yakni melalui kegiatan karantina sebagai upaya pencegahan Covid-19 di Wisma Nusantara. "Jadi sebelum para PMI pulang ke rumah masing-masing, mereka dikarantina di Wisma Nusantara selama lima hari sesuai masa inkubasi virus," ujarnya.
Selama masa karantina, tim kesehatan akan memantau kesehatan dan gejala Covid-19, serta swab terhadap para PMI untuk memastikan mereka negatif, meskipun sudah mengantongi surat bebas Covid-19 dari negara asal.
"Kalau selama lima hari, mereka tidak ada gejala Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil negatif dua kali tes usap. Barulah mereka dibolehkan pulang," katanya.
Menurutnya, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari PMI yang pulang, Disnaker menyiapkan tim penjemputan bagi PMI asal Kota Mataram untuk dibawa ke Wisma Nusantara.
"Tim penjemputan PMI ini beranggota tiga orang, satu dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), dan dua orang dari petugas kami," tuturnya.
Ia mengatakan, tim penjemput PMI ini bertugas menjemput ke bandara setiap ada jadawal kedatangan penerbangan internasional. Ada atau tidak ada PMI asal Kota Mataram, tim akan tetap datang karena disnaker tidak memiliki data atau informasi berapa PMI yang akan pulang.
Begitu tiba, para PMI akan didata, dan kjika ada yang akan pulang ke Kota Mataram, maka mereka harus ikut dengan tim menuju Wisma Nusantara sebagai tempat karantina sebelum mereka pulang ke kampung halaman masing-masing.
Baca Juga: Gubernur NTB Tidak Larang Mudik Lebaran 2021: Yang Penting Puasa
"Kalau ada yang tidak mau, kami paska karena ini terkait dengan kesehatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19," ucapnya.
Sementara menyinggung tentang PMI yang berangkat ke luar negeri, kata dia, masih rendah. Dari Januari 2021 sampai saat ini jumlahnya tidak sampai 10 orang.
"Kondisi itu terjadi karena pandemi Covid-19, sehingga beberapa negara masih menutup akses penerimaan PMI. Begitu juga dengan negara-negara Asia Pasifik, masih menggunakan sistem buka tutup," demikian Hariadi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Prabowo Mau Pidato, 103 Anggota Dewan Absen di Sidang Tahunan MPR
-
Pelita Air Pangkas Harga Tiket 45 Persen, Bidik Lonjakan Penumpang di HUT RI
-
Tragedi Tambang Emas Pohuwato, PETI Disebut Tak Sekadar Pelanggaran Izin
-
Harga Mobil Listrik Murah Kia EV3: Intip Spesifikasi SUV Canggih Ini!
-
6 Zodiak Paling Ambisius, Pantang Menyerah demi Meraih Impian
-
Feng Shui Arah Rumah Menghadap Tenggara, Benarkah Magnet Rezeki?
-
IHSG Merah Jelang Pidato Prabowo, Bergerak di Level 6.200
-
Kawal Pidato Kenegaraan Prabowo, 8.095 Personel Gabungan Jaga Ketat Gedung DPR
-
Viral Festival Balon Bondowoso 2026 Kehilangan Ciri Khas, Banyak Atribut MBG Hingga Kopdes
-
BRI Serahkan Ambulans untuk Perkuat Layanan Kemanusiaan Relindo Batang