Suara.com - Maulana Iskak (28) melakukan pelecehan seksual terhadap Bunga (33, bukan nama sebenarnya) setelah membohongi korban dengan mengatakan akan dijadikan model untuk konten Youtube. Bunga dalam keadaan dihipnosis ketika Iskak melakukan pelecehan seksual berlangsung di rumahnya, Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Iskak seorang tukang service AC dan dia memiliki kemampuan menghipnosis orang. Bunga dikenalkan ke Iskak oleh temannya, Amir.
Setelah Bunga setuju dijadikan model konten Youtube, dia diajak ke rumah Iskak dan di sana dia tak sadar telah dihipnosis.
Untuk melakukan perbuatan tak senonoh, Iskak meminta Arif pergi dengan cara menyuruhnya membelikan teh hangat. Arif tak curiga karena mengira teh tersebut untuk membuat Bunga sadar.
“Pada saat saksi pergi pelaku aksinya. Mulai dari membuka celana dan melakukan aksi tak senonoh ke korban. Namun pada saat itu korban datang bulan,” kata Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budi dalam laporan Beritajatim.
Tahu Bunga sedang menstruasi, Iskak tak jadi menyetubuhinya.
Arif yang kemudian datang dengan membawa teh, disuruh Iskak membeli es kelapa.
“Saat saksi keluar lagi, pelaku mencabuli korban,” kata Iwan.
Singkat cerita, perbuatan Iskak terungkap setelah korban sadar.
Baca Juga: AMR Mendesak Polisi Tahan Dosen Unej Tersangka Kasus Pelecehan Seksual
“Jadi meskipun sedang dihipnosis korban ini sebenarnya sadar dan tahu kalau ia habis dicabuli oleh tersangka,” kata Iwan.
Bunga dan Arif kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Ngadiluwih.
“Tak butuh waktu lama, setelah mendapat laporan dan melakukan proses pemeriksaan. Saya perintahkan anggota untuk amankan pelaku,” kata Iwan.
Kepada petugas, Iskak mengakui semua perbuatannya dan sekarang dia sedang diproses secara hukum.
Berita Terkait
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara