Suara.com - Dimana saja perguruan tinggi dalam negeri tujuan beasiswa LPDP 2021? Simak penjelasannya berikut ini.
Akhirnya, penantian untuk Anda yang menantikan beasiswa LPDP 2021 terjawab sudah. Pendaftaran Beasiswa LPDP telah dibuka sejak 4 Mei 2021 dan akan berakhir nanti pada 1 Juni 2021. Anda bisa menyiapkan persyaratan mulai dari sekarang.
Nah, berikut ini daftar perguruan tinggi dalam negeri tujuan beasiswa LPDP 2021.
Magister (S2)
- Institut Pertanian Bogor
- Institut Seni Indonesia Yogyakarta
- Institut Teknologi Bandung
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Universitas Airlangga
- Universitas Brawijaya
- Universitas Diponegoro
- Universitas Gadjah Mada
- Universitas Hasanuddin
- Universitas Indonesia
- Universitas Jenderal Soedirman
- Universitas Sebelas Maret
- Universitas Sumatera Utara
- Universitas Udayana
- Universitas Negeri Yogyakarta
Doktoral (S3)
- Institut Pertanian Bogor
- Institut Teknologi Bandung
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Universitas Airlangga
- Universitas Brawijaya
- Universitas Diponegoro
- Universitas Gadjah Mada
- Universitas Hasanuddin
- Universitas Indonesia
- Universitas Negeri Jakarta
- Universitas Negeri Yogyakarta
- Universitas Sebelas Maret
- Universitas Udayana
- Universitas Padjajaran
- Universitas Pendidikan Indonesia.
Itulah daftar perguruan tinggi dalam negeri tujuan beasiswa LPDP 2021 yang dapat Anda pilih sebagai tujuan belajar.
Adapun syarat pendaftaran beasiswa LPDP 2021 adalah sebagai berikut:
Syarat pendaftaran beasiswa LPDP 2021 reguler
1. Persyaratan Umum WNI Telah menyelesaikan jenjang D4/S1 untuk beasiswa magister,
selesai S2 untuk beasiswa doktoral, atau selesai D4/S1 untuk beasiswa doktoral (langsung)
Bagi peminat beasiswa doktoral langsung, syaratnya adalah:
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2021: Jadwal, Syarat dan Panduan Pendaftaran LPDP
- Harus lulus D4/S1 dari perguruan tinggi dalam negeri yang terakreditasi BAN-PT, perguruan tinggi kedinasan dalam negeri, atau perguruan tinggi luar negeri yang diakui Dirjen Dikti/Kedutaan Besar RI tempat perguruan tinggi tersebut berada.
- Tidak sedang menempuh studi magister/doktoral baik di dalam maupun luar negeri
2. Lulusan S2 tidak boleh mendaftar untuk program magister dan lulusan S3 tidak boleh mendaftar program doktoral
3. Melampirkan surat rekomendasi dari akademisi (bagi yang belum bekerja) atau atasan (bagi yang sudah bekerja)
4. Memilih perguruan tinggi dan program studi tujuan sesuai ketentuan LPDP
5. Beasiswa hanya dibuka untuk kelas reguler dan tidak untuk kelas-kelas khusus misalnya kelas karyawan, kelas jarak jauh, dan sebagainya
6. Mengisi profil diri pada formulir pendaftaran online Menulis komitmen kembali ke Indonesia dan rencana kontribusi di Indonesia pasca-studi
7. Menulis proposal penelitian bagi pendaftar program doktoral.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa
-
Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR
-
Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera
-
Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex
-
Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah