Liga Arab, beberapa dari anggotanya menuduh Israel melakukan serangan "secara sembarangan dan tidak bertanggung jawab" di Gaza dan mengatakan bertanggung jawab atas "eskalasi berbahaya" di Yerusalem.
Hamas menamai serangan roketnya "Pedang Yerusalem", berusaha meminggirkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan menampilkan dirinya sebagai penjaga rakyat Palestina di Yerusalem.
Pemimpin kelompok militan, Ismail Haniyeh, mengatakan Israel telah menembakkan api di Yerusalem dan Al-Aqsa dan api meluas ke Gaza, oleh karena itu, bertanggung jawab atas konsekuensinya. "
Haniyeh mengatakan bahwa Qatar, Mesir dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah melakukan kontak untuk meminta ketenangan tetapi pesan Hamas kepada Israel adalah: "Jika mereka ingin meningkatkan serangan, perlawanan sudah siap, jika mereka ingin berhenti, perlawanan sudah siap. "
Gedung Putih mengatakan pada Selasa bahwa Israel memiliki hak yang sah untuk mempertahankan diri dari serangan roket tetapi memberikan tekanan pada Israel atas perlakuan terhadap warga Palestina, dengan mengatakan Yerusalem harus menjadi tempat hidup berdampingan.
Amerika Serikat menunda upaya Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan pernyataan publik tentang meningkatnya ketegangan karena itu bisa berbahaya bagi upaya di belakang layar untuk mengakhiri kekerasan, menurut para diplomat dan sumber yang akrab dengan strategi AS.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mendesak ketenangan dan "menahan diri di kedua sisi", dengan mengatakan: "Hilangnya nyawa Israel, hilangnya nyawa orang Palestina, Itu adalah sesuatu yang sangat kami sesali."
Dia menambahkan: "Kami mendesak pesan deeskalasi ini agar hilangnya nyawa ini segera berakhir. (Sumber: Antara/Reuters)
Baca Juga: Makin Panas! Israel vs Hamas Saling Balas Tembakan Roket
Berita Terkait
-
Makin Panas! Israel vs Hamas Saling Balas Tembakan Roket
-
Aktris Terkenal Palestina Ditembak Polisi Saat Ikut Demo Melawan Israel
-
Ini Maamoul, Sajian Kue Kering Lebaran Khas Warga Palestina
-
Serangan Dini Hari, Hamas Gempur Israel dengan Ratusan Roket
-
DPR Komisi I Kutuk Keras Serangan Militer Israel ke Palestina saat Ramadan
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?