Suara.com - TPU Karet Bivak masih tampak sepi di hari pertama pemberlakuan kebijakan penutupan seluruh taman pemakaman umum (TPU) oleh Pemprov DKI Jakarta mulai 12 Mei - 16 Mei 2021.
Pantauan Suara.com, sejumlah petugas pengamanan bersiaga di posko yang didirikan di depan gerbang. Mereka nerjaga mengawasi setiap masyarakat yang kedapatan ingin ziarah kubur. Selain petugas, spanduk pengumuman penutupan TPU juga terpasang di gerbang masuk TPU Karet Bivak.
Kendati TPU Karet Bivak ditutup, seorang pedagang kembang, Mbah Anis (65) tak pantang asa membuka lapak dagangannya di tengah kebijakan Gubernur Anies melarang ziarah kubur semasa Idul Fitri.
Lapak Anis mudah dicari karena satu-satunya lapak pedagang kembang yang berada di dekat gerbang masuk TPU Karet Bivak di Jalan KH Mas Mansyur.
Anis sendiri mengaku bukan pedagang musiman. Ia mengaku sudah bertahun-tahun memang berprofesi sebagai pedagang kembang si TPU Karet Bivak.
"Setiap hari dagang," kata Anis ditemui Suara.com di TPU Karet Bivak, Jakarta, Rabu (12/5/2021).
Anis menuturkan, selama pandemi pendapatannya sebagai tukang kembang ikut surut. Meski tidak selalu ramai, tetapi setiap harinya diakui Anis pasti ada saja warga datang berziarah.
Semangatnya yang kemarin berkobar, berharap banyak peziarah datang ke TPU untuk membeli kembang saat Lebaran, kini mulai memudar. Sebabnya, tak lain kebijakan penutupan TPU sementara di seluruh DKI Jakarta.
"Sekarang sepi, hari ini baru dua yang beli dapat Rp 20 ribu. Biasanya kalau nggak lagi Corona (pandemi) paling sedikit Rp 50 ribu," ujar Anis.
Baca Juga: TPU Karet Bivak Ditutup, Peziarah: Nyekar Dilarang, Padahal Mau Kirim Doa
Walau tidak memungkiri dagangannya bakal sepi pembeli dan tidak lagi laris manis seperti lebaran sebelum pandemi, Anis tetap memiliki semangat juang menjemput rezeki. Dirinya mengaku akan membuka lapak pada hari H lebaran, kendati tahu tidak ada peziarah yang akan datang.
"Semangat saja buka dulu, nanti biasanya ada yang lewat satu dua yang beli. Lumayan buat makan," kata Anis sambil merapikan kembang dagangannya.
Anis sendiri mencoba memahami segala kebijakan pemerintah terkait larangan yang diterapkan kepada masyarakat. Meski mau tidak mau diakui Anis kebijakan tersebut merugikan, namun ia mengerti yang dilakukan semata demi kesehatan.
Serupa halnya dengan Anis, Ari juga merasakan langsung dampak dari penutupan TPU. Pemuda pekerja serabutan ini harus rela kehilangan pekerjaan musimannya saat Lebaran.
Setiap tahun, Ari sudah terbiasa menjadi tukang parkir menjaga kendaraan para peziarah di TPU Karet Bivak. Namun mulai hari ini hingga 16 Mei mendatang, ia terpaksa tidak menjalankan profesi musimannya itu.
"Ya ambil hikmahnya, mungkin tahun-tahun kemarin selalu kerja cari duit. Tahun ini disuruh luangin waktu di rumah sama keluarga, nggak jaga di kuburan," kata Ari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas