Suara.com - Kabar gembira bagi para pemburu beasiswa. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) meluncurkan “Beasiswa Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia” atau “Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA)”. Apa itu beasiswa IISMA?
Beasiswa IISMA yang baru saja diumumkan oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim minggu lalu itu langsung mendapat perhatian. Simak cara daftar, keuntungan, dan insentif yang didapat dari Beasiswa IISMA.
IISMA merupakan salah satu program unggulan dari delapan Program Kampus Merdeka dengan tujuan memberikan hak dan kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan pengembangan diri luar kampus, tepatnya pada perguruan tinggi luar negeri. Mahasiswa pun diharapkan bisa meningkatkan wawasan serta kompetensi yang sesuai dengan minatnya.
Dana program beasiswa IISMA bersumber dari LPDP. Beasiswa tersebut adalah sebuah kesempatan baik yang diberikan kepada mahasiswa strata satu atau S1.
Penerima beasiswa diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya dengan menimba ilmu di perguruan tinggi terbaik luar negeri selama satu semester saja. Waktunya memang singkat, tetapi pengalaman yang didapat tentu sangat bermanfaat.
Keuntungan Ikut Beasiswa IISMA
Perguruan tinggi yang terdaftar sebagai mitra sampai 2021 sejumlah 73 perguruan tinggi dari 31 negara. Mahasiswa diperbolehkan mengambil mata kuliah atau kegiatan di luar prodi yang dapat disetarakan hingga 20 sks sesuai kompetensi prodinya.
Mahasiswa bisa memilih berbagai aktivitas pengembangan diri sesuai minat tetapi harus tetap mengikuti syarat yang berlaku di perguruan tinggi yang bermitra dengan IISMA.
Baca Juga: Kunci Lolos Beasiswa LPDP, Perhatikan Syarat-Syarat Ini
Beasiswa IISMA mengakomodasi beberapa hal penting yang dibutuhkan mahasiswa selama belajar. Uang pendaftaran dan SPP akan ditanggung dengan cara diberikan langsung kepada perguruan tinggi tujuan.
LPDP juga memberi bantuan biaya perjalanan kelas ekonomi dari kota asal ke negara tujuan belajar. Biaya hidup bulanan juga akan ditanggung sesuai ketentuan LPDP. Terdapat juga asuransi kesehatan selama terdaftar program beasiswa.
Asuransi kesehatan tersebut mencakup biaya tes RT-PCR untuk COVID-19 sebagai syarat sebelum berangkat dan saat kembali ke Indonesia. Kemudian ada pula biaya penerbitan visa dan biaya saat keadaan darurat secara kolektif.
Pendaftaran dibuka secara daring pada 11 - 22 Mei 2021. Sementara, keberangkatan menuju perguruan tinggi tujuan direncanakan pada September 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI
-
Usai Resmikan Sekolah Rakyat, Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Balikpapan dan IKN
-
Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor