Suara.com - Sedikitnya 15 orang tewas setelah gunung berapi di bagian timur Republik Demokratik Kongo, meletus pada Sabtu (22/5/2021) waktu setempat.
Ribuan orang terpaksa mengungsi setelah Gunung Nyiragongo, salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, meletus dan memuntahkan sungai lava dan mengubah warna langit menjadi merah.
Akibatnya, keselamatan hampir dua juta jiwa penduduk Goma, sebuah kota di Kivu Utara, pun terancam.
Aliran lahar telah berhenti pada Minggu pagi, dan orang-orang berangsur-angsur kembali ke rumah mereka yang rusak atau hancur.
"Sedikitnya 10 desa hancur akibat letusan itu," ungkap juru bicara pemerintah Patrick Muyaya saat konferensi pers.
Menurut Muyaya, sembilan korban tewas akibat kecelakaan di jalan raya ketika hendak melarikan diri dari daerah bencana, sementara dua lainnya terbakar oleh lahar.
"Selain itu, empat tahanan tewas saat mencoba melarikan diri dari penjara," tambah dia.
Delegasi pemerintah termasuk tujuh menteri tiba di Goma pada Senin pagi untuk meninjau situasi di daerah terdampak.
Warga Goma telah diimbau untuk tetap waspada, menghindari perjalanan yang tidak penting, dan mematuhi arahan pemerintah.
Baca Juga: Ngeri! Gunung Nyiragongo di Kongo Meletus, Lahar Mengalir ke Jalanan Kota
Otoritas setempat mengatakan lebih dari 5.000 penduduk Goma melarikan diri ke negara tetangga, Rwanda, pada Sabtu malam.
Menurut UNICEF, sedikitnya 25.000 orang mengungsi ke Sake, yang terletak sekitar 25 kilometer dari barat laut Goma.
"Lebih dari 150 anak terpisah dari keluarga mereka dan 170 anak dikhawatirkan hilang," kata badan PBB tersebut.
Setidaknya 250 orang tewas ketika Gunung Nyiragongo meletus pada 2002, sementara lebih dari 120.000 penduduk kehilangan tempat tinggal. (Sumber: Anadolu)
Berita Terkait
-
Ngeri! Gunung Nyiragongo di Kongo Meletus, Lahar Mengalir ke Jalanan Kota
-
Gunung Nyiragongo Meletus, Ribuan Warga Kongo Mengungsi ke Rwanda
-
Gunung Berapi Nyiragongo Meletus, Laharnya Tumpah Hingga Bandara
-
Negara-negara Afrika Ikut Tangguhkan Vaksin AstraZeneca
-
Benarkah Kemunculan Gunung Emas di Kongo Pertanda Hari Kiamat?
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Darurat Limbah! Menteri LH Gugat PT Biotek Saranatama Usai Pestisida Racuni Sungai Cisadane
-
Korupsi Bea Cukai Makin Canggih! Mantan Petinggi KPK Bongkar Modus Baru Berbasis Digital
-
Prabowo Ngaku Tahu Dalang yang Jelek-jelekan Indonesia: We Are Not Stupid
-
HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan
-
Viral Bus Listrik Transjakarta Terobos Lampu Merah di Gandaria, Pramudi Langsung Disanksi Tegas
-
Ketua Fraksi Golkar Minta Kader Jangan Pernah Serang Kebijakan Prabowo-Gibran!
-
KASBI Dorong Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT untuk Lindungi Pekerja Rumah Tangga
-
Identitas Sudah Dikantongi, Kapolri Perintahkan Tangkap Pelaku Penembakan Pilot Smart Air
-
Prabowo Tegaskan Defisit APBN Tetap Terkendali di Bawah 3% dari PDB
-
Nyanyian Mantan Kasat Narkoba Seret Kapolres Bima Kota: Setoran Rp1 M Berujung Penonaktifan