News / Nasional
Minggu, 06 Juni 2021 | 16:35 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita mengadukan di media sosial mengenai pengalaman buruknya menjadi korban pelecehan seksual di KRL .

Bukannya mendapatkan solusi, wanita itu malah mendapatkan respons ngegas dari admin akun Twitter resmi @commuterline.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebut tindak pidana korupsi yang terjadi saat ini jauh lebih gila dari zaman Orde Baru terdahulu.

Selain dua berita di atas, berikut Suara.com merangkum berita terpopuler sepanjang Minggu (6/6/2021).

1. Wanita Ngadu Dilecehkan di KRL, Malah Direspons Ngegas Admin Commuterline

Admin Commuterline ngegas tanggapi aduan pelecehan seksual di KRL (Twitter)

Seorang wanita mengeluhkan mendapatkan tindak pelecehan saat berada di dalam KRL melalui media sosial.

Namun, bukannya mendapatkan bantuan dari pihak KAI Commuter, admin Twitter @commuterline justru memberikan respons ngegas.

Baca selengkapnya

2. Beli Misteri Boks Rp 200 Ribu Dikira Dapat HP, Ternyata Malah Bikin Ngelus Dada

Baca Juga: Viral Momen Sungkem Pengantin ke Ortu yang Sudah Cerai, Ketegaran Ayah Kandung Diuji

Ilustrasi online shopping

Seorang warganet menceritakan pengalaman apes yang dialami oleh sang adik saat berbelanja di online shop (olshop). Maksud hati membeli misteri boks ingin mendapatkan HP, namun yang didapat justru membuatnya nyesek.

Kisah itu dibagikan oleh akun Twitter @txtdarionlshop. Akun tersebut mengunggah foto tangkapan layar unggahan si warganet.

Baca selengkapnya

3. Ceramah di TV, Ustaz Syam Viral Gegara Ngomong Tak Senonoh

Ustaz Syam. (Instagram/@syam_elmarusy)

Ustaz Syam kembali menjadi pembicaraan warganet. Pemicunya, karena pria bernama lengkap Syamsuddin Nur Makka ini mengucapkan alat kelamin.

Kejadian ini berawal saat Ustaz Syam tengah mengisi ceramah di stasiun televisi. Entah karena grogi atau dirinya yang sedang tidak fokus, ucapan yang tak seharusnya keluar itu malah jelas terdengar.

Load More