Suara.com - Kebijakan pemerintah untuk membatalkan penyelenggaraan Ibadah Haji di tahun ini menimbulkan polemik. Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian serius dari kalangan oposisi pemerintah.
Seperti yang disampaikan Anggota Komisi VIII Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid. Dalam pernyataannya, mantan Presiden PKS ini mengemukakan, jika saat rapat tertutup bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ketika itu, partainya menolak keputusan pembatalan keberangkatan haji.
Hidayat menyatakan penolakan pembatalan keberangkatan haji tersebut berdasar. Lantaran, belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi terkait keberangkatan haji untuk negara negara non Arab Saudi.
"Di dalam rapat tertutup bersama Menag, kami (PKS) sudah menyampaikan keberatan akan diambil keputusan terkait pembatalan keberangkatan haji kalau belum ada keputusan resmi dari Arab," ujarnya dalam diskusi "Polemik Kuota Haji" secara virtual, Selasa (8/6/2021).
Karena itu, dia menyesalkan keputusan pemerintah yang membatalkan keberangkatan Haji 2021 lantaran belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi.
"Kita menunggu (Keputusan resmi). Tidak kemudian serta mengumumkan. Ini yang kami sesalkan," ucap Hidayat.
Tak hanya itu, mantan Ketua MPR ini juga menuturkan, ada kebijakan yang berbeda dibandingkan dengan penyelenggaraan haji 2020 lalu, saat Arab Saudi tak membuka ibadah haji untuk warga negara non Arab Saudi.
Namun pada tahun ini, Arab Saudi kata Hidayat sudah mengumumkan bahwa akan membuka haji baik di Arab Saudi maupun di luar Arab Saudi. Sehingga, kata dia ada kemungkinan pemerintah Indonesia mengirimkan jemaahnya untuk Ibadah Haji.
"Untuk tahun ini kan posisi Saudi jelas pada akhir Ramadan yang lalu pihak Saudi sudah mengumumkan bahwa akan membuka Haji tahun 2021 sebagian untuk jemaah haji dari dalam negeri Saudi 15.000 orang dan jamaah dari luar negeri Saudi jumlahnya 45 ribu orang. Disebutkan juga tentang syarat-syarat untuk keberangkatan haji dan sebagainya. Nah ini kan Saudi sudah mengumumkan adanya kemungkinan itu," tutur dia.
Baca Juga: BPKH Bantah Haji 2021 Ditunda karena Masalah Keuangan
Bahkan kata Hidayat dalam rapat Komisi VIII dengan Kemenag sudah dibahas juga mengenai skenario 5 persen atau 11 ribu jamaah.
Menurut Hidayat skenario keberangkatan 11 ribu jamaah itu, tidak memerlukan persiapan yang panjang dan seharusnya bisa dilakukan pemerintah Indonesia.
"11 ribu orang bisa diberangkatkan dalam 3 hari itu sudah selesai itu tidak memerlukan persiapan yang rumit-rumit, karena travel haji saja bisa meyelenggarakan tanpa adanya kesulitan apapun," kata Hidayat.
Meski begitu, dia menduga keputusan membatalkan keberangkatan haji, karena pemerintah membayangkan penyelenggaran Ibadah Haji di Arab Saudi seperti regular dengan jumlah haji yang sangat besar.
Sehingga, kata Hidayat, pemerintah memerlukan persiapan yang panjang dalam penyelenggaraan Ibadah Haji.
"Sesungguhnya yang dilakukan pemerintah kemarin adalah membayangkan seolah-olah semuanya masih harus seperti kalau reguler. Jumlah-jumlah hajinya sangat besar sehingga memerlukan persiapan sangat panjang sangat banyak, waktunya semakin mendekat pendek dan karenanya tidak bisa dikerjakan karena waktunya sudah melampaui itu, makanya keluarlah pengumuman (pembatalan haji) itu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
-
81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur