Suara.com - Berbagai cara dilakukan demi menghindari penyebaran virus corona. Salah satu yang banyak dilakukan banyak negara adalah vaksinasi Covid-19. Namun, bukan perkara mudah agar semua warga bisa mau divaksin.
Entah karena merasa 'kebal' atau bahkan tak percaya dengan pandemi Covid-19 dan bisa jadi takut, ada saja warga yang enggan disuntik vaksin Covid-19. Maka, demi membujuk warga mau divaksin, berbagai langkah 'promosi' dilakukan sejumlah negara-negara di Asia. Mulai dari Indonesia, Thailand sampai Hong Kong. Lantas hadiahnya apa?
Menyadur laman VOA Indonesia yang beberapa bagian tulisannya mengutip Reuters, Kamis (17/6/2021), ayam, sapi, cuti dibayar, bahkan sampai apartemen seharga sejuta dolar, adalah deretan hadiah yang ditawarkan oleh otoritas sejumlah negara di Asia, mulai dari Thailand, Hong Kong hingga Indonesia bagi warga yang bersedia divaksin Covid-19.
Tujuan utama program vaksinasi berhadiah itu bertujuan untuk memupus keraguan di kalangan masyarakat di Asia terhadap vaksinasi Covid-19.
Varian virus corona yang lebih menular telah mendorong terjadinya lonjakan kasus di Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir sehingga pihak berwenang mulai menawarkan hadiah undian untuk vaksinasi.
Mengutip Reuters, Rabu (16/6/2021), di distrik Mae Chaem Thailand di utara Chiang Mai, yang sebagian besar penduduknya adalah peternak sapi, pihak berwenang meluncurkan undian berhadiah sapi bulan ini yang terbukti sukses.
“Ini adalah hadiah terbaik yang pernah ada,” kata Inkham Thongkham yang berusia 65 tahun. Dia memenangkan seekor sapi betina berumur satu tahun seharga 10.000 baht atau sekitar Rp 4,6 juta setelah ia divaksin virus corona.
Program vaksin berhadiah sapi itu sudah memasuki pekan kedua dengan menyediakan total 27 sapi sebagai hadiah. Pihak berwenang mengatakan kampanye tersebut telah mendorong lebih dari 50 persen dari 1.400 penduduk di distrik itu untuk mendaftar. Kebanyakan yang mendaftar adalah lansia dan kelompok berisiko tinggi.
Dari populasi Thailand yang berjumlah 66 juta, hanya 4,76 juta yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19.
Baca Juga: Bahaya! IDI: Ada 104 Kasus Virus COVID-19 Varian Delta, Paling Banyak di Jakarta
Banyak bagian masyarakat di seluruh Asia yang enggan untuk divaksinasi. Disinformasi dan ketidakpastian yang meluas memicu keraguan atas keamanan, kemanjuran, dan masalah agama terhadap vaksin.
Di Hong Kong, yang sejauh ini berhasil mengendalikan pandemi, pihak berwenang khawatir bahwa tingkat vaksinasi yang rendah masih dapat membuat wilayah China itu rentan terhadap wabah yang mematikan tersebut.
Voucher belanja, penerbangan, dan apartemen baru senilai HK$10,8 juta atau sekitar Rp 19,2 miliar adalah beberapa insentif yang ditawarkan dalam undian berhadiah bagi mereka yang telah divaksinasi.
Beberapa pelaku bisnis mengambil langkah tambahan, misalnya dengan menawarkan cuti berbayar bagi mereka yang telah divaksinasi. Namun, satu klub olahraga swasta malah menerapkan hukuman alih-alih hadiah. Klub tersebut menginstruksikan anggota stafnya untuk divaksinasi pada akhir Juni atau tidak akan mendapatkan bonus, promosi, dan kenaikan gaji di masa mendatang
Bahkan di negara-negara yang dilanda virus corona, seperti Indonesia, pihak berwenang telah berjuang untuk menghilangkan ketakutan akan vaksin.
Data resmi menunjukkan, Indonesia melaporkan lebih dari 1,9 juta orang terinfeksi virus corona dan 53.280 meninggal akibat virus itu. Studi terbaru dari sampel serum darah, bagaimanapun, menunjukkan penyebaran COVID-19 yang sebenarnya bisa 30 kali lebih tinggi.
Berita Terkait
-
Satgas Covid-19 DIY Minta Penegak Prokes di Desa Tak Sungkan Tegur Pelanggar Prokes
-
Kasus Covid-19 Semakin Meluas ke Desa, Tiga Pemdes di Sukoharjo Ini Lockdown
-
Bahaya! IDI: Ada 104 Kasus Virus COVID-19 Varian Delta, Paling Banyak di Jakarta
-
Indekos di Kebayoran Baru Ditutup Satpol PP karena Covid-19, Pemilik Dilarang Terima Tamu
-
Vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat Umum Sudah Dibuka di Bandar Lampung
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Jemaat Dibubarkan Saat Ibadah, Bantul Telusuri Legalitas Gedung Sewa Gereja Misi Sejahtera
-
Cuma Jeda 24 Menit! Dua KRL Rangkasbitung Diteror Pelemparan Batu, Pelaku Masih Misterius
-
Guru dan Kaposyandu Kini Jadi 'Mata-mata' BGN, Pantau Langsung Kualitas MBG
-
Daftar Tersangka Kasus Bea Cukai: Dari Pejabat Elite hingga Bos Korporasi
-
Respons Janji Prabowo, DPR Minta Hapus Klasterisasi Guru dan Jadikan Semua PNS!
-
Pleidoi Menohok Noel: Bela Buruh Diperas, Malah Dituduh Memeras
-
Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim
-
Muncul di Mabes Polri, Waka BGN Sony Sanjaya Jawab Isu Panas Kena OTT
-
Menyesal Pernah Jadi Wamenaker, Noel Ebenezer: Pedih Sekali Saya Dapat Jabatan Ini
-
Penasihat Hukum Klaim Noel Ebenezer Ada di Waktu dan Tempat yang Salah dalam Kasus K3