Suara.com - Pemuda asal Medan, Sumatera Utara, Benni Eduward Hasibuan mengaku pernah dipukuli sampai disandera setelah ketahuan merekam pungutan liar (pungli) oknum petugas kepolisian daerah setempat.
Buntut dari aksi nekat merekam pungli oknum petugas tersebut, Benni Eduward juga sempat mendekam di penjara selama beberapa saat.
Pengakuan itu disampaikan oleh Benni Eduward saat menjadi salah satu narasumber dalam program TV Mata Najwa, Rabu (16/6/2021) malam.
Benni secara blak-blakan menerangkan bahwa dirinya mengalami intimidasi dari oknum aparat sejak 2018 silam. Dia mengklaim beberapa kali diancam dengan UU ITE.
"Sebenarnya dari 2018 itu sudah mulai ada bentuk intimidasi yang saya dapat," kata Benni Eduward seperti dikutip Suara.com dari tayangan dalam YouTube Najwa Shihab.
Dia menjelaskan, kejadian bermula ketika dia mengungkap adanya pungli di Taman Makam Pahlawan Palembang, Sumatera Selatan.
Benni megatakan, dia hampir menjadi korban berita bohong dan diancam UU ITE dengan pasal pencemaran nama baik.
"Ini bukan pertama kali saya diancam dengan UU ITE pencemaran nama baik. Awal terjadi saat saya mengungkap pungli di Taman Makam Pahlawan Palembang. Di situ saya hampir jadi korban berita bohong," terang dia.
Benni menungkapkan, pada waktu itu dia sempat diseret dalam sebah berita bohong yang terkait dengan pungli oknum aparat di Palembang.
Baca Juga: Drama Pengantin Gagal Hajatan, Dihalang-halangi Keluarga Mantan Suami
"Oknum admin akun lalulintas Palembang menyebut berita bohong terkait sidang disiplin oknum yang terduga melakukan pungli. Saya disebutkan akan dilaporkan balik karena melakukan pencemaran nama baik institusi," paparnya.
Selain itu, Benni juga mengaku mendapatkan banyak intimidasi lain yang dilakukan setelah merekam pungli oknum aparat.
Tidak hanya intimidasi secara verbal, dia juga mengaku beberapa kali mengalami kekerasan fisik buntut aksi nekatnya tersebut.
"Selain intimidasi secara verbal, bahkan secara fisik juga," kata Benni.
Benni lalu menceritakan insiden di Kepala Gading, Jakarta. Dia mengklaim pernah dipukul oleh oknum aparat ketika merekam pungli.
"Di Kelapa Gading kalau gak salah, saya sempat dipukul dua kali oleh anggota. Pada saat itu terlihat saya merekam aktivitas mereka di tengah jalan, di mana itu tempat publik," tuturnya.
Benny kemudian beralih menceritakan kejadian di Palembang, ketika dia mengaku disandera oleh sejumlah oknum polisi.
"Saya juga ketika di Palembang, saya juga pernah disandera selama satu jam di polisi. Lagi-lagi karena saya merekam aktivitas yang dilakukan di tempat publik," tandasnya.
Tidak berhenti sampai di situ, saat mendekam di penjara, Benni juga mengklaim sempat mendapat tindakan tak manusiawi dari penghuni sel maupun aparat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung