Suara.com - Seorang bocah umur 5 tahun dari Queensland, Australia dilarikan ke rumah sakit karena overdosis obat autisme milik sang kakak. Ia dinyatakan kritis dan sedang berjuang melewati masa genting.
Menyadur The Sun Jumat (18/06), ia ditemukan pertama kali oleh ibunya yang bernama Jessica Geiszler, di sebelah kulkas dengan botol obat kosong.
Gadis itu menggunakan kursi untuk memanjat dan meraih obat kakaknya dari atas kulkas. Ia diduga, menelan hingga 10 tablet obat autisme da ADHD.
Gadis kecil itu segera dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan overdosis hingga 20 kali lipat dosis normal. Geiszler mengatakan sangat menyesal dan menyalahkan dirinya atas kejadian ini.
"Hati saya dipenuhi rasa bersalah dan kesedihan. Saya sekarang belajar dari kesalahan dan ingin menyebarkan kesadaran ini dan memastikan itu tidak terjadi lagi."
“Dia sangat mengantuk dan selama perjalanan ambulans saya sangat cemas karena saya tidak tahu apa hasilnya nanti. Saya marah, kesal, dan sangat stres,” kata Jessica.
"Para dokter mengatakan kepada saya bahwa jika saya tidak pergi ke rumah sakit ketika saya melakukannya, dia bisa berada dalam situasi yang jauh lebih buruk."
Tidak diketahui secara pasti berapa banyak tablet yang ditelan anak berusia lima tahun itu, tapi mereka yakin jumlahnya tidak lebih dari sepuluh.
Gadis muda itu kini dipasangi alat bantu hidup dan dibius di rumah sakit agar obatnya bisa diminum dengan aman.
Baca Juga: Pria Bondowoso Ini Tewas Diduga Overdosis Obat Kuat di Warung Kopi
Lebih dari sehari kemudian dia dikeluarkan dari obat penenang dan perlahan-lahan bangun tetapi masih belum keluar dari kritis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
Saksi Ungkap Alur Setoran Uang Pemerasan K3 Sampai ke Direktur Jenderal Kemenaker
-
PGRI Miris Penyebutan Honorer Hanya untuk Guru: TNI, Polri, Jaksa, DPR Tak Ada Honorer
-
Mendagri Tegaskan Pemda dan Forkopimda Siap Dukung Implementasi Program Prioritas Presiden
-
Disindir Soal Ingin Tanam Sawit, Prabowo: Semua Pemimpin Negara Minta ke Saya!
-
Video Viral Bongkar Dugaan Manipulasi BAP, Penyidik Polsek Cilandak Diperiksa Propam
-
Sidang Korupsi Digitalisasi Pendidikan Makin Panas, Saksi Beberkan Bagi-Bagi Uang Proyek Chromebook
-
Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti
-
Pernah Dipidana Kasus Terorisme, Jaksa Pertanyakan Izin Beracara Munarman di Sidang Noel Ebenezer
-
Larangan Jelas, Bahaya Nyata: Mengapa Pelanggaran Merokok saat Berkendara Terus Berulang?
-
Guru Honorer Digaji Rp 300 Ribu, Kalah dari Petugas Partai: DPR Usul Pembayaran dari APBN Saja