Suara.com - Forum Masyarakat Peduli Parlemen atau Formappi menegaskan, publik sulit memercayai tidak ada partai politik di balik kemunculan wacana presiden tiga periode melalui mekanisme amandemen UUD 1945.
Peneliti Formappi Lucius Karus mengatakan, tidak ada satu pun parpol yang mengklaim mendukung wacana tersebut. Tapi, hal itu bukan berarti tidak ada campur tangan partai.
Lucius memperkirakan, isu liar perpanjangan masa jabatan presiden memang sengaja dilempar ke publik sebagai umpan.
Ia berujar, hingga kekinian tak ada yang tahu pasti apakah benar atau tidak di DPR maupun MPR terdapat diskusi amandemen konstitusi untuk mengubah ketentuan seseorang bisa menjadi presiden sebanyak tiga periode.
"PKS akhir 2019 misalnya, jelas-jelas mengatakan ada pembicaraan tentang wacana itu melalui amandemen konstitusi. Saya kira sulit memercayai tak ada parpol di belakang wacana itu," kata Lucius, Rabu (23/6/2021).
Lagi pula, kata Lucius, parpol secara prosedural erat terkait pencalonan presiden. Sebab, para calon hanya bisa diusung oleh partai.
"Sehingga pasti keuntungan dari perpanjangan dari masa jabatan ini akan dinikmati oleh partai poliitik. Karenanya, sekarang bermain langsung memunculkan wacana ini, tentu berisiko."
"Apalagi kalau nanti tidak jadi. Itu akan bisa menjadi bumerang untuk partai politik. Dengan menggunakan tangan lain di luar partai politik itu mungkin strategi yang lebih baik," ujar Lucius.
Sebelumnya, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan mengungkapkan, ada usaha mengupayakan memperpanjang masa jabatan presiden dengan alasan force majeure pandemi covid-19. Syarief mengaku mendengar hal itu secara informal dan berkembang di parlemen.
Baca Juga: Fahri Hamzah Sindir Wacana Presiden 3 Periode: Emang Nggak Ada Karier Baru?
"Yang saya dengar ada usaha untuk memperpanjang masa jabatan (presiden) dengan alasan force majeure covid-19 begitu," kata Syarief saat dihubungi Suara.com, Selasa (22/6/2021).
Syarief menyampaikan, isu informal tersebut sudah dirinya dengar sejak beberapa minggu lalu. Kendati begitu, ia mengatakan, belum mengetahui siapa yang mengusulkan pertama kali isu tersebut.
Termasuk ketika ditanya apakah wacana tersebut datang dari pihak internal Istana atau pun eksternal, Syarief mengaku tak tahu.
"Tetapi di DPR santernya berbicara demikian. Tapi saya sendiri enggak tahu dari mana orangnya. Yang melobi begitu, ada lobi-lobi, saya enggak tahu," tuturnya.
Mantan Menteri Koperasi dan UKM tersebut menegaskan, Demokrat sendiri menyatakan menolak untuk melakukan amandemen UUD 1945 untuk mengubah masa jabatan presiden menjadi 3 periode atau diperpanjang.
"Ya kalau kita sih Demokrat itu sudah tegas tidak mau melakukan amandemen Undang-Undang. Apalagi menyangkut masa jabatan presiden baik tiga periode ataupun perpajangan segala macamnya. Karena itu menyalahi konstitusi kita. Menyalahi spirit reformasi kita," tuturnya.
Berita Terkait
-
Fahri Hamzah Sindir Wacana Presiden 3 Periode: Emang Nggak Ada Karier Baru?
-
Dukung Presiden 3 Periode, Begini Penampakan Kantor Seknas Jokowi-Prabowo 2024 di Mampang
-
Soroti Perpindahan Kemenperin jadi Mitra Komisi VII, Formappi: Kocok Ulang Ala Kadarnya
-
Gerindra - Nasdem Bantah Ada Lobi Presiden 3 Periode Memakai Alasan Force Majeure Covid-19
-
Masa Jabatan Presiden 3 Periode, PKB: Belum Ada Partai Lobi-lobi Politik Soal Itu
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Fakta Baru Kematian Eks Istri Polisi di Medan: Keluarga Temukan Luka, DPR Siap Kawal
-
Perbedaan Sifat Virgo Agustus dan September, Mana yang Lebih Ambisius?
-
Tune In to the Midnight Heart Season 2 Rilis 2027, Hadirkan 2 Karakter Baru
-
Pilu! TKW Asal Tulungagung Tertipu Modus Asmara, Kerugian Capai Rp622 Juta
-
Review Deep Water: Kendati Klise, Film Serangan Hiu Selalu Seru Ditonton!
-
Ketika Oposisi Mati, Akademisi Turun Gunung: Lahirkan Kabinet Bayangan Demi Selamatkan Demokrasi
-
Edukasi Keuangan TAF dan OJK Bantu Konsumen Ambil Keputusan Bijak di GIIAS 2026
-
Siapa Ahmad Dedi alias Dedi Congor? Pejabat Bea Cukai yang Diduga Terima Suap Rp30 Miliar
-
Bukan Ventela Saja! Ini Sepatu Sekolah Lokal Terbaik untuk Sekolah
-
30 Kata-kata Ucapan Hari Pramuka 2026 Membakar Semangat untuk Status WA