Suara.com - Di era digital, masyarakat menerima banyak informasi, namun tidak semua bisa dipertanggungjawabkan kebenarannnya. Penyuluhan sosial bisa menyisipkan edukasi kepada masyarakat untuk bijak menggunakan informasi, agar tidak terjebak hoaks.
Hal ini diungkapkan anggota Komisi VIII DPR RI, Rudi Hartono Bangun. Ia mengapresiasi berbagai program Kementerian Sosial (Kemensos), seperti penyuluhan sosial dan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi).
"Penyuluhan sosial bisa menyisipkan edukasi kepada masyarakat untuk bijak menggunakan informasi agar tidak terjebak hoaks," katanya.
Komisi VIII terus mendukung kebijakan Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, khususnya dalam meningkatkan kemandirian kelompok penerima manfaat. Menurut Rudi, derasnya informasi berbasis digital juga menjadi medium berkembangnya paham radikal yang membahayakan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia yakin, para penyuluh sosial bisa berperan aktif dalam ikut melindungi masyarakat dari berbagai informasi yang menyesatkan.
"Saya yakin, Kementerian Sosial melalui penyuluh sosial bisa mengedukasi masyarakat mendapatkan Informasi yang sesuai dan bermanfaat, agar mereka tidak hanya paham namun juga bisa terlibat aktif mendukung program pemerintah termasuk dalam penanganan stunting yang sedang menjadi fokus kita bersama, " katanya.
Rudi hadir dalam kegiatan Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI dalam rangka Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pencegahan Resiko dan Dampak Stunting bagi Anak Demi Kesejahteraan Keluarga", yang diselenggarakan oleh Pusat Penyuluhan Sosial, Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Rudi juga mengapresiasi Program Atensi, khususnya yang memberikan penguatan ekonomi kepada penyandang disabilitas. Ia memuji langkah Risma, yang mendorong inovasi dalam memperkuat kemandirian penyandang disabilitas, dengan memberikan motor roda tiga kepada seorang penyandang disabilitas menggantikan sepeda ontel.
"Dengan begitu ia bisa lebih lincah bergerak dan menjangkau pembeli lebih luas. Bantuan Atensi dari Kemensos telah meningkatkan produktifitas penerima manfaat," katanya.
Baca Juga: Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI untuk Penyandang Disabilitas di Sumut
Komisi VIII siap dan akan terus mendukung program penguatan dan kemandirian penyandang disabilitas dari Kementerian Sosial.
Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Sumut, Ardo Mulia Sitompul menyampaikan terima kasih kepada Kemensos dan Komisi VIII DPR, atas berbagai program Kemensos berdampak positif dan nyata bagi masyarakat Sumut.
Berita Terkait
-
Tiap Balai Rehabilitasi Sosial harus Mampu Beri Layanan Multifungsi
-
Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI untuk Penyandang Disabilitas di Sumut
-
Menaker Ida dan Bupati Bahas Pembangunan BLK Komunitas di Kabupaten Teluk Wondama
-
5.500 Warga DKI Dapat Telur Rebus dari Mensos Risma
-
Siasati Inovasi Teknologi, Berikut Jurus Jitu Mensos Risma Bertahan di Era Disrupsi
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Pakai Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Acara Munajat Bangsa-Pengukuhan Pengurus MUI di Istiqlal
-
Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK
-
Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Sistem Talenta
-
Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok