Suara.com - Di India, banyak warga yang mencari jodoh melalui iklan baris di surat kabar. Iklan-iklan itu kemudian dikategorikan menurut agama dan kasta.
Rangkaian kalimat dalam iklan semacam itu sering menuliskan rincian atribut fisik seperti warna kulit, tinggi, bentuk wajah, dan banyak yang membanggakan pendapatan enam digit, kekayaan keluarga, dan properti.
Akan tetapi, bagi kaum feminis di India, iklan mencari jodoh di surat kabar bukanlah pilihan.
Baca juga:
- Siasati prokes Covid, pasangan pengantin India gelar pesta pernikahan di pesawat
- 'Bayi yang hilang' dalam 'jihad cinta' di India
- 'Jihad cinta' di India, Mahkamah Agung turun tangan
Karena itu, ketika sebuah iklan mencari "seorang pria feminis yang tidak kentut, tidak bersendawa, tampan, kaya" untuk "seorang perempuan feminis berpendirian teguh, berambut pendek, dan memiliki tindikan" muncul di surat kabar terlaris di India, hal itu sontak viral.
Komedian Aditi Mittal membagikannya di Twitter, menanyakan apakah seseorang telah beriklan untuknya:
https://twitter.com/awryaditi/status/1404665961718841347
Banyak orang lain, termasuk aktris Bollywood Richa Chadha, menanggapi:
https://twitter.com/RichaChadha/status/1404693333599920130
Baca Juga: Mau Nikah Lagi, Ahmad Imam Masjid Tewas Kelaminnya Dipotong Istri Kedua
Banyak yang berspekulasi tentang identitas orang-orang di balik iklan tersebut dan apakah iklan itu "asli".
Ternyata iklan tersebut adalah lelucon yang dibuat seorang laki-laki dan perempuan, yang merupakan kakak beradik, dan sahabat mereka.
Menggunakan alamat email yang diunggah di iklan, BBC berhasil melacak "feminis berpendirian" itu - Sakshi - dan saudara laki-lakinya Srijan dan sahabatnya Damyanti, yang mencetuskan ide tersebut.
Semua nama adalah nama samaran - mereka tidak ingin identitas mereka terungkap karena, seperti yang dikatakan Sakshi, "kami semua profesional dengan karier yang stabil, dan (semoga) memiliki masa depan yang menjanjikan" dan mereka tidak ingin diserang di media sosial.
Iklan tersebut, kata Srijan, adalah "sebuah lelucon kecil yang kami berikan untuk ulang tahun Sakshi yang ke-30".
"Usia 30 adalah tonggak sejarah, terutama karena semua percakapan di masyarakat kami adalah seputar pernikahan. Saat Anda berusia 30 tahun, keluarga dan masyarakat Anda mulai menekan Anda untuk menikah dan berkeluarga," katanya.
Sakshi mengatakan dia memiliki rambut pendek dan tindikan, bekerja di sektor sosial, berpendirian dan bahwa "bersendawa dan kentut" adalah lelucon keluarga.
Iklan itu dapat dilihat di belasan kota di India utara dan menelan biaya sekitar 13.000 rupee (Rp2,5 juta) - "jumlah yang akan kami habiskan untuk hadiah dan perayaan jika tidak ada lockdown Covid," kata Srijan.
Malam sebelum ulang tahunnya, kata Sakshi, saudara laki-lakinya memberinya gulungan kertas.
"Ketika saya membuka gulungannya, ada alamat email curbyourpatriarchy@gmail.com dan kata sandinya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan itu," katanya kepada saya melalui sambungan telepon dari rumahnya.
"Di pagi hari, Srijan membawakan saya koran dengan kolom cari jodohnya. Kami tertawa terbahak-bahak. Itu lelucon yang menyenangkan."
Namun, lelucon pribadi tersebut segera tersebar di media sosial.
Setelah selebritas membagikan iklan itu, ratusan orang mulai mengomentarinya dan lusinan email mulai berdatangan.
"Saya telah menerima lebih dari 60 email sejauh ini. Banyak yang mengira itu lelucon dan menganggapnya lucu," kata Sakshi.
Seorang pria menulis dengan mengatakan bahwa dia cocok dengannya karena dia "penurut dan tidak berpendirian sama sekali".
Seorang perempuan menulis untuk berterima kasih padanya atas iklan tersebut dan berkata, "Saya juga seperti itu".
Namun di India, negara dengan budaya patriarki yang kuat, feminisme sering dianggap sebagai kata kotor.
Feminis disalahartikan sebagai perempuan yang membenci pria dan tidak bermoral, baik oleh laki-laki dan perempuan.
Iklan tersebut juga memicu pesan kasar.
Sakshi disebut "parempuan materialistis" dan "munafik" karena dia "anti-kapitalis tetapi menginginkan suami yang kaya"; dia digambarkan sebagai "cougar" karena "dia berusia 30 tahun ke atas tetapi menginginkan pria berusia 25-28 tahun"; dan banyak yang menasihatinya "untuk mencari uang sendiri".
Beberapa mengatakan iklannya "beracun", bahwa dia "terdengar gemuk" dan satu orang mengatakan bahwa "semua feminis adalah idiot".
Seorang perempuan sangat marah sehingga dia mengancam bahwa saudara laki-lakinya akan "melemparnya [pengiklan] dari lantai 78".
Damyanti menunjukkan bahwa di India, di mana 90% dari semua pernikahan masih terjadi karena perjodohan, "semua orang menginginkan pengantin pria yang mapan.
Namun, blak-blakan menyebut hal itu memicu begitu banyak kemarahan.
Sakshi mengatakan iklan itu "sepertinya telah melukai banyak ego".
"Kamu tidak bisa mengatakan hal-hal seperti itu dengan lantang. Laki-laki selalu menginginkan pengantin yang tinggi dan langsing, cantik, mereka membual tentang kekayaan mereka, tetapi ketika hal itu di balik mereka tidak bisa menerimanya.
"Mereka berpikir bagaimana mungkin seorang perempuan menetapkan kriteria seperti itu?"
Iklan tersebut, tambahnya, "adalah pernyataan satire tentang narasi ini dan saya berasumsi bahwa orang-orang yang marah adalah mereka yang mencari jodoh dengan menuliskan 'mencari pengantin yang langsing dan cantik" sebagai kriteria di iklan.
Dan pada mereka, ia bertanya: "Apakah Anda mengirim email yang seperti itu ke pengiklan seksis yang muncul di koran setiap hari? Jika tidak, maka Anda perlu mengekang patriarki Anda ".
Berita Terkait
-
Target Rampung Sebelum 2029, Restorasi Candi Prambanan Diprediksi Pikat Turis India
-
Momen Prabowo dan PM India Narendra Modi Kunjungi Candi Prambanan
-
Pantas Suka Joget, Prabowo Blak-blakan Ungkap Punya DNA India di Hadapan PM Modi: Ini Benar!
-
RI Gandeng India Restorasi 200 Candi Perwara Prambanan
-
Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN
-
DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan
-
Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur
-
Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi
-
Misteri Harta Jampidsus Febrie: LHKPN Rp18 M vs Temuan Emas 74 Kg di Rumah Sentul City
-
Tak Lagi Berbasis Latihan Kemiliteran, Pelatihan SPPI Kini Lebih Humanis
-
Kesaksian Orang Dalam Cafe deClan: Ada Perdebatan Sebelum Polisi Bongkar Ruang Rahasia
-
Qodari: Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat