Suara.com - Pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) oksigen di masing-masing provinsi. Satgas oksigen tersebut bertanggung jawab untuk pasokan oksigen sesuai kebutuhan rumah sakit.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat tingkat menteri yang digelar dua hari berturut-turut pada Sabtu (3/7/2021) dan Minggu (4/7/2021).
Dalam kesempatan tersebut pemerintah sudah mengidentifikasi kebutuhan oksigen bagi rumah sakit yang membutuhkan.
"Kita sudah mengidentifikasi kebutuhan oksigen di rumah sakit, kita sudah buat satgas oksigen di masing-masing provinsi," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Kementerian Kesehatan RI, Senin (5/72021).
Budi menuturkan satgas oksigen tersebut bakal menyesuaikan pasokan yang tersedia dengan kebutuhan pada masing-masing rumah sakit. Mereka juga bakal bertanggung soal pengantaran oksigennya.
"Transpotasi logistiknya ke rumah sakit dari produsen yang ada," ujarnya.
Selain itu, Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga sudah menyampaikan arahan kepada Kementerian Perindustrian untuk mengalihkan oksigen yang mulanya untuk industri, kini dialokasikan ke rumah sakit. Impor oksigen juga dikatakannya bisa dilakukan apabila diperlukan.
"Jadi tentang oksigen ya memang di beberapa tempat ada yang kurang tapi segera kita atasi dan malah kita sudah ada yang mengimpor saya kira sekarang on going," kata Luhut.
Baca Juga: Pakai Masker Tak 100 Persen Lindungi Diri dari Covid-19, Begini Saran Dokter
Berita Terkait
-
Sembuh dari Virus Corona, Berapa Lama Gejala Long Covid-19 Muncul?
-
Pakai Masker Tak 100 Persen Lindungi Diri dari Covid-19, Begini Saran Dokter
-
Lengkap! Daftar 15 Pasar Tradisional Non Esensial di Solo yang Ditutup Selama PPKM Darurat
-
Catat! Ini Daftar Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19
-
Ilmuwan Peringatkan Bahaya Varian Covid-19 Lambda, Lebih Menular?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Peran Aktif Pemda Perbarui Data DTSEN
-
Mahfud MD Tercengang Adies Kadir Tiba-tiba Muncul Jadi Calon Hakim MK: Tapi Itu Tak Melanggar Hukum
-
Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat Lewat Sinkronisasi Data 66 Titik ke Dapodik
-
Diselundupkan Lewat Koper, 85.750 Benih Lobster Ilegal Digagalkan di Bandara Soetta
-
Wamen Stella Christie: Indonesia Punya Kesempatan Pimpin Pendidikan Dunia
-
Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi