Suara.com - Reporter kriminal terkemuka Peter R. de Vries, yang dikenal karena karyanya dalam mengungkap dunia bawah tanah Belanda, ditembak dan terluka parah di sebuah jalan di Amsterdam, kata polisi, Selasa (6/7/2021).
"Peter R. de Vries ditembak jatuh di Lange Leidsedwarsstraat," kata polisi dalam sebuah pernyataan, mengacu pada jalan di dekat salah satu alun-alun kota terbesar, di mana dia berada di studio televisi pada malam sebelumnya.
Dia dibawa ke rumah sakit terdekat dalam "kondisi serius", kata polisi, meminta saksi mata untuk melapor.
Polisi telah menutup daerah itu ketika kerumunan orang berkumpul di dekat lokasi di mana insiden itu terjadi.
De Vries memenangkan Penghargaan Emmy internasional pada 2008 untuk karyanya yang menyelidiki hilangnya remaja Natalee Holloway di Aruba pada 2005.
Seorang tersangka penembak ditangkap tak lama kemudian, surat kabar Algemeen Dagblad melaporkan, mengutip sumber anonim.
Polisi mengatakan mereka tidak dapat mengonfirmasi atau menyangkal laporan itu tetapi mereka berharap untuk menyampaikan kabar terbaru kepada publik pada Selasa malam.
Perdana Menteri Mark Rutte diperkirakan akan membuat pernyataan setelah bertemu dengan pejabat penegak hukum terkemuka setelah penembakan itu, kantor berita ANP melaporkan.
Penyiar Belanda RTL mengatakan De Vries baru saja meninggalkan studionya di pusat kota Amsterdam dan salah satu tembakan mengenai kepalanya.
Baca Juga: Curi Motor, Oknum ASN di Sumut Ditembak Polisi
Surat kabar Parool Amsterdam menerbitkan gambar pemandangan dengan beberapa orang berkumpul di sekitar seseorang yang tergeletak di jalan.
De Vries, 64, adalah sosok yang terkenal di Belanda, baik sebagai komentator di program kejahatan televisi dan reporter kriminal dengan sumber di penegakan hukum dan dunia bawah.
De Vries dikenal di Belanda untuk pekerjaan investigasi pada kasus yang tak terhitung jumlahnya, terutama setelah penculikan raja bir Freddy Heineken pada 1983.
De Vries telah menjadi sasaran ancaman dari dunia kriminal di masa lalu sehubungan dengan beberapa kasus.
Pada 2013 Willem Holleeder, penculik Heineken, dihukum karena membuat ancaman terhadap De Vries. Holleeder saat ini menjalani hukuman seumur hidup karena keterlibatannya dalam lima pembunuhan.
Pada 2019, Ridouan Taghi, yang saat ini diadili karena pembunuhan dan perdagangan narkoba, mengambil langkah yang tidak biasa dengan membuat pernyataan publik yang menyangkal laporan bahwa dia telah mengancam akan membunuh De Vries.
De Vries telah bertindak sebagai penasihat, tetapi bukan sebagai pengacara, untuk saksi negara yang diidentifikasi sebagai Nabil B. saat bersaksi dalam kasus melawan Taghi dan rekan-rekannya.
Pengacara Nabil B. sebelumnya ditembak dan dibunuh di jalan Amsterdam pada September 2019. (Sumber: Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Top 5 Sport Sepekan: Vinales Sah Tinggalkan Yamaha, Joan Mir Jadi Pengganti?
-
5 Top Bola Sepekan: Nilai Jual Luka Jovic Terus Anjlok, Madrid Tawari AC Milan
-
Istri Sering Diganggu, Pria di Way Kanan Tembak Mati Rekan Kerja
-
Jadi yang Pertama, Amsterdam Minta Maaf atas Perbudakan pada Masa Kolonial
-
Kabar Baik, Indonesia Bakal Terima 3 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Belanda
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua