Suara.com - Google Doodle hari ini menyambut Olimpiade Tokyo yang akan berlangsung mulai 23 Juli sampai 8 Agustus mendatang.
Saat mengakses Google Doodle, akan muncul game jadul, Champion Island.
Game di Google Doodle hari ini tersebut bukan hanya hiasan, tapi juga bisa dimainkan.
Cara Main Google Doodle Hari Ini, Champion Island
Minigame pertama, gamer akan disuguhkan olahraga tenis meja dengann juara legendaris disebut Tengu. Di sini kamu akan bermain tenis meja melawan burung pemangsa yang nakal.
Kedua, ajang olahraga skateboard dengan juara legendaris disebut Tanuki. Gamer di sini bisa menunjukkan gerakan udara paling kejam untuk mengalahkan penipu yang bisa berubah bentuk.
Ketiga, minigame panahan dengan juara legendaris disebut Yoichi. Gamer bisa membidik dengan cepat dan akurat untuk mengungguli penembak jitu dan ahli Samurai.
Minigame keempat gamer akan bermain ragbi yang berhadapan dengan Oni. Kamu harus bisa memanah, celupkan, dan hindari musuh yang menakutkan untuk mencapai tujuanmu.
Kelima, gamer akan mengikuti lomba renang artistik melawan juara legendaris Putri Otohime
Ritme kamu jangan sampai tergoyahkan saat mengunjungi kerajaan bawah laut sang juara ini
Baca Juga: Olimpiade Tokyo Jadi Tolok Ukur Kemampuan Mutiara / Melani
Keenam, ajang olahraga pendakian. Di sini gamer akan menghadapi juara Legendaris Fukuro.
Naiklah ke puncak gunung, tetapi hindari rintangan dari burung hantu.
Minigame ketujuh adalah maraton yang akan dihadapi Kijimuna. Gamer harus dapat melampaui roh pohon dan jangan biarkan krustasea gila memperlambat langkahmu.
Menggandeng studio animasi asal Jepang
Menggandeng studio animasi asal Jepang, STUDIO 4°C, gamer akan berperan sebagai Lucky si Kucing Ninja menggemaskan di Champion Island.
Lucky akan bergabung dalam tim Merah, Biru, Kuning, atau Hijau. Setelah itu gamer akan mulai penjelajahan ke salah satu dari tujuh area kompetisi di Champion Island.
Berita Terkait
-
Cara Hapus Akun Google di HP versi Android dan iPhone dengan Mudah
-
AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?
-
Fitur Baru Google Gemini Bisa Bikin File Otomatis, dari Word, PDF hingga Excel Tanpa Ribet
-
Cadence Gandeng Google Cloud, Teknologi AI Gemini Kini Bisa Percepat Desain Chip hingga 10x Lipat
-
Kesaksian Horor Google Maps Bongkar Sisi Gelap Daycare Little Aresha, Orang Tua Langsung Speak Up
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu