Suara.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri memutuskan untuk memulangkan 15 staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Pyongyang, Korea Utara termasuk Duta Besar RI untuk Korut, Berlian Napitupulu. Di mana mereka sudah meninggalkan Korea Utara pertengahan hari Jumat (23/7/2021) melalui China.
Dilansir dari laman VOA Indonesia, Minggu (25/7/2021), Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah Sabtu (24/7/2021), menjelaskan, pemerintah Korea Utara sejak akhir tahun lalu sudah mempersilakan perwakilan diplomatik asing di Pyongyang dan organisasi internasional meninggalkan negara tersebut untuk sementara waktu seiring penetapan kebijakan lockdown – atau penutupan sebagian wilayah dan penghentian kegiatan – untuk mengatasi perebakan virus corona.
"Karena prinsipnya mereka menerapkan kebijakan penguncian (lockdown) wilayah sehingga sangat membatasi akses lalu lintas orang dan barang. Jadi berdasarkan perkembangan ini, beberapa kedutaan besar asing dan organisasi internasional berkedudukan di Korea Utara berangsur-angsur meninggalkan Korea Utara dan Indonesia sendiri baru memutuskan untuk kembali pada bulan Juli ini," kata Faziasyah.
Faizasyah menambahkan jumlah mereka yang dipulangkan sebanyak 15 orang, terdiri dari Duta Besar Berlian Napitupulu, empat staf dan selebihnya anggota keluarga. Mereka telah keluar dari Korea Utara, Jumat (23/7), dan saat ini menjalani karantina selama 14 hari di China.
Saat ini, kata dia, kondisi mereka sehat.
Menurut Faizasyah, relokasi sementara staf diplomatik KBRI di Pyongyang sudah dibahas dengan pemerintah Korea Utara.
Bahkan pemerintah Korea Utara memfasilitasi pemulangan 15 staf KBRI Pyongyang ini. Jakarta belum bisa memastikan kapan mereka dapat kembali lagi ke Korea Utara dan mengenai hal itu akan dikomunikasikan dengan pemerintah Korea Utara.
Faizasyah menekankan pemindahan sementara operasional KBRI Pyongyang ke Jakarta tidak akan mengganggu hubungan bilateral kedua negara. Menurutnya relasi Indonesia dan Korea Utara sangat bersejarah dan kokoh sehingga pemulangan sementara semua staf KBRI dari Pyongyang dapat dipahami oleh kedua negara.
Faizasyah belum dapat memastikan apakah Indonesia juga akan memulangkan sementara staf KBRI di negara lain yang juga sedang dilanda pandemi COVID-19. Meski begitu, Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan semua perwakilan diplomatik Indonesia di semua negara untuk memberi informasi terbaru tentang pandemi COVID-19 di negara bersangkutan.
Baca Juga: Kim Jong Un Diduga Liburan di Kapal Pesiar saat Korea Utara Krisis Pangan
Bagaimana Indonesia-Korea Utara?
Pengamat Hubungan Internasional dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nanto Sriyanto berpendapat pemerintah Indonesia masih menilai hubungan dengan Korea Utara strategis.
"Selain aspek historis, sampai sekarang Indonesia masih melihat hubungan (dengan) Korea Utara itu adalah hubungan dalam kepentingan nasional Indonesia juga tetap penting. Mungkin ke depannya mendukung peran aktif Indonesia dan itu sebenarnya tidak bertentangan dengan hubungan Indonesia yang belakangan semakin meningkat dengan Korea Selatan," ujar Nanto.
Nanto melihat pemerintah masih menjaga agar misi diplomasi dengan Korea Utara tetap terpelihara dengan baik. Oleh karena itu keputusan pemulangan sementara diplomat dan staf KBRI diambil dengan pertimbangan yang sangat hati-hati.
Menurut Nanto, izin yang dikeluarkan Kim Jong-un bagi semua perwakilan diplomatik asing untuk meninggalkan Korea Utara itu merupakan sebuah peringatan bahwa Korea Utara tidak bisa menanggung akibat yang bisa saja di luar kontrol terkait pandemi COVID-19 di negara itu.
Berita Terkait
-
Kim Jong Un Diduga Liburan di Kapal Pesiar saat Korea Utara Krisis Pangan
-
Viral RI Masuk Berita TV Korea Utara dan 5 Berita Viral Lainnya
-
Viral RI Masuk Berita TV Korea karena Kasus Corona Tertinggi, Publik: Indonesia Macan Asia
-
Alami Krisis Akibat Pandemi, Korea Utara Tolak Bantuan Vaksin Covid-19
-
Khawatir Efek Samping, Korea Utara Tolak Bantuan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV