Suara.com - Penggagas petisi #TarikRemDarurat, Alissa Wahid, membeberkan sejumlah alasan masih banyaknya masyarakat ke luar rumah di tengah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satunya jaminan atau perlindungan sosial yang diberikan pemerintah tidak memadai bagi masyarakat.
Kebijakan PPKM akan menjadi berat bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal. Pasalnya, mereka harus ke luar rumah untuk mendapatkan pendapatan harian.
Dengan adanya PPKM, Alissa menganggap masyarakat yang bekerja di sektor informal itu harus memikul beban ganda.
"Sehingga orang terutama kelompok-kelompok yang terpukul dari kelompok pekerja sektor informal yang mengandalkan penghasilan harian itu mereka pukulannya dua, bebannya ganda," kata Alissa dalam konferensi pers Diperpanjang (Lagi): Rapor Masyarakat untuk PPKM Level 4 secara virtual, Kamis (5/8/2021).
Menurutnya pekerja informal harus tetap keluar rumah agar bisa mendapatkan pemasukan. Namun, beban tambahan akan diperolehnya ketika semisal berjualan namun pembelinya menurun akibat PPKM.
"Pada saat itu mereka tidak bisa berada di rumah, karena kalau berada di rumah sama sekali tidak punya penghasilan, sehingga resiko juga tetap menjadi lebih besar," ujarnya.
Dengan demikian Alissa menganggap persoalan jaminan atau perlindungan sosial itu menjadi sangat penting supaya warga bisa tetap di rumah.
Menurutnya pemberian jaminan sosial kepada masyarakat yang dijalani pemerintah masih 'nanggung'.
Kondisi tersebut kemudian ditambah dengan komunikasi publik yang dijalankan pemerintah masih terasa lemah.
Baca Juga: Alissa Wahid Pertanyakan Kevalidan Angka Kematian Pasien Covid 100 Ribu Versi Pemerintah
"Yang tidak menolong ialah komunikasi pemerintah ke publik yang belum sepenuhnya solid, sehingga strategi komunikasi membuat masyarakat bingung dan abai."
Berita Terkait
-
LBH Jakarta: Upaya Pemidanaan Dinar Candy, Bentuk Objektivitas Pornografi kepada Perempuan
-
Galang Petisi Sentilan bagi Pemerintah, Putri Gus Dur Raih Puluhan Ribu Tanda Tangan
-
Alissa Wahid Pertanyakan Kevalidan Angka Kematian Pasien Covid 100 Ribu Versi Pemerintah
-
LBH Jakarta Sebut Upaya Pemidanaan Dinar Candy Langgar Hak Berpendapat: Dia Gak Telanjang!
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
Terkini
-
Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang