Suara.com - Pada Minggu (8/8/2021) kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan kasus positif COVID-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 26.415 orang. Sehingga total kasus hingga kemarin telah menembus 3.666.031 orang.
Dari jumlah itu, ada tambahan 1.498 orang meninggal. Sehingga total kasus kematian akibat Covid-19 di Tanah Air menjadi 107.096 jiwa meninggal dunia.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai, perlu ada upaya antisipasi berkenaan dengan melonjaknya kasus penularan Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali, misalnya di Lampung. Satu hal yang disorot adalah soal penanganan anak yang menjadi yatim piatu di masa pamdemi Covid-19.
"Perlu ada upaya antisipasi, belajar dari penanganan Jawa Bali, seperti jangan sampai telat penanganan anak yatim piatu, data harus tidak hanya bicara mereka yang menjadi korban,
tapi dampak ikutan kepada anak juga paralel di selamatkan," kata Kadivwasnonev KPAI Jasra Patra kepada Suara.com, Senin (9/8/2021).
Kata dia, upaya antisipasi sangat diperlukan, agar ke depannya penularan yang mulai terjadi di luar Pulau Jawa Bali dapat diantisipasi lebih awal. Kondisi hari ini, KPAI merujuk pada data 11 ribu anak menjadi korban akibat virus corona -- baik secara langsung maupun tidak.
"Tidak seperti sekarang, langsung dihadapkan data 11 ribu anak," ucapnya.
Jasra menambahkan, antisipasi kondisi yang berat harus diantisipasi pada anak, misalnya percepatan vaksin anak di luar Pulau Jawa dan Bali. Tak hanya itu, orang tua di manapun berada juga harus menerima vaksinasi anak anaknya terlindungi.
"Apalagi belum ditemukan vaksin untuk anak di bawah umur 12 tahun. Jadi kuncinya di orang tua yang mau melindungi anaknya di masa pandemi," jelasnya.
"Agar menekan angka anak meninggal akibat covid yang sudah menyentuh 771 anak dan agar penularan yang mulai naik diluar Jawa Bali bisa diantisipasi sejak dini," imbuh dia.
Sebelumnya, Kementerian Sosial mencatat hingga saat ini sudah tercatat 11.045 anak mendadak menjadi yatim, piatu, atau yatim-piatu karena ditinggal orang tuanya yang meninggal dunia akibat Covid-19.
Baca Juga: Ortu Meninggal karena Covid, 50 Ribu Anak Indonesia Dilaporkan Mendadak jadi Yatim Piatu
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan data tersebut dihimpun per 20 Juli 2021, pihaknya akan terus mendata anak yatim piatu akibat covid-19.
“Para pendamping juga telah melaksanakan respon kasus untuk anak-anak tersebut. Respon terhadap anak-anak tersebut dilakukan secepat mungkin dan dalam kesempatan pertama," kata Risma, Jumat (6/8/2021).
Dia merinci di Jawa Timur sudah tercatat 166 anak yang saat ini kehilangan orangtua karena Covid-19.
Dari jumlah tersebut 12 anak menjadi yatim piatu, 58 anak menjadi piatu dan 89 anak menjadi yatim serta 8 anak sedang dalam konfirmasi. Anak-anak ini tersebar di 7 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur.
Sementara di Yogyakarta, terdapat 142 anak yang ditinggal oleh orang tuanya, sebanyak 19 anak kehilangan kedua orang tuanya, 92 anak kehilangan ayah dan 31 anak kehilangan Ibu.
"Terlaporkan juga sebanyak 10 orang dari 105 ibu hamil yang meninggal akibat Covid-19," ucapnya.
Berita Terkait
-
Ortu Meninggal karena Covid, 50 Ribu Anak Indonesia Dilaporkan Mendadak jadi Yatim Piatu
-
Ya Allah! Bayi 41 Hari Jadi Yatim Piatu Setelah Papa-Mamanya Meninggal Karena Covid-19
-
Orang Tua Meninggal Akibat Covid-19, Gibran Jamin Pendidikan Tiga Anak Ini
-
Mati Suri karena Digusur, Cerita Indekos jadi Ruang Kelas Bagi Anak-anak Miskin di Grogol
-
Kesedihan Ghifari, Jadi Yatim Piatu Diusia 8 Tahun, Orang Tuanya Meninggal Karena Covid-19
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
BMKG Catat 93 Aktivitas Gempa Susulan di Sulut-Malut, Skala M 2,8 hingga 5,8
-
Kasus Pelecehan Syekh AM: Komisi III DPR Gelar Rapat Tertutup, Khawatir Pelaku Kabur ke Mesir
-
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Kepala BNPB Langsung Terbang ke Sulawesi Utara Siang Ini
-
BRIN Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Bersihkan Air dari Logam Berat
-
Jadi Kurir Sabu 1 Kg di Pasar Senen, Pria di Jakpus Terancam Penjara Usai Diupah Rp20 Juta
-
Presiden Iran Sebut Amerika Serikat Ciptakan Musuh Palsu Demi Kendali Pasar Strategis Global
-
Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki
-
Bima Arya Ingatkan Praja Pratama IPDN Jaga Konsistensi Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang
-
KPK Sita Uang Ratusan Juta di Rumah Ono Surono, Buntut Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kunang
-
Bina Marga Jaksel Perbaiki Jalan Berlubang di Ragunan, Warga: Mudah-mudahan Bertahan Lama