Suara.com - Korban tewas kekerasan militer Myanmar telah menembus 1000 orang sejak junta mengambil alih negara itu dengan menggulingkan Aung San Suu Kyi enam bulan yang lalu.
Menyadur France 24 Rabu (18/08), angka ini dirilis oleh kelompok advokasi Assistance Association for Political Prisoners (AAPP).
Aktivis yang tergabung dalam kelompok itu mengatakan, angka yang sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi dari laporan yang terverifikasi ini.
"Selama militer berkuasa, mereka akan terus membunuh pemuda, profesional seperti dokter dan guru, pria, wanita dan anak-anak. Mereka tidak hanya membunuh hidup kita tetapi juga masa depan negara dan harapan demokrasi."
Ko Bo Gyi - yang kelompoknya disebut sebagai organisasi "melanggar hukum" oleh junta dan saat ini bersembunyi - juga menuduh pihak berwenang mempersenjatai Covid-19 saat negara itu menghadapi gelombang mematikan.
Sejauh ini, Myanmar telah mencatat lebih dari 360.000 kasus dan 13.623 kematian akibat Covid-19.
Krisis kesehatan diperburuk dengan kurangnya perawatan medis formal karena banyak rumah sakit kosong sejak staf bergabung dengan pemogokan nasional melawan junta militer.
Pasien juga enggan pergi ke rumah sakit yang dikelola militer, membuat antrean panjang untuk oksigen dan pasokan medis di apotek di seluruh Yangon.
Junta militer sebelumnya selalu membenarkan kudeta dengan alasan kecurangan pemilihan tahun lalu dan memberikan angka kematian warga sipil yang jauh lebih rendah.
Baca Juga: Aktivis Pilih Lompat dari Gedung Daripada Ditangkap Polisi Myanmar
Pihak berwenang juga mengatakan pada bulan Juni bahwa lebih dari 90 anggota pasukan keamanan tewas dalam bentrokan.
Pemimpin yang digulingkan, Aung San Suu Kyi menghadapi serangkaian tuntutan kriminal, mulai dari memiliki walkie-talkie ilegal hingga melanggar undang-undang rahasia negara.
Panglima Angkatan Darat Min Aung Hlaing kemudian dilantik sebagai perdana menteri dari pemerintahan 'penjaga, yang dijuluki Dewan Administrasi Negara oleh junta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run
-
Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian