Suara.com - Australia menolak evakuasi warga Afghanistan yang selama ini bekerja pada mereka dengan alasan teknis, yaitu status pegawai kontrak.
Menyadur Guardian Selasa (24/08), kini lusinan pekerja Afghanistan seperti penerjemah dan penjaga keamanan terombang-ambing dan terancam dilempar ke '3 ribu lokasi kemanusiaan yang lebih luas'.
Mereka takut pembalasan dari Taliban karena membantu pasukan barat dan ada pemandangan kacau dan berbahaya di jalan menuju bandara Kabul dari tempat Australia dan sekutunya mengoperasikan penerbangan evakuasi.
Sebuah email yang dikirim oleh departemen pertahanan pada hari Senin memberi tahu pelamar bahwa gagal dalam skema karyawan tapi mereka mungkin memenuhi syarat untuk asupan kemanusiaan yang lebih luas.
“Mengingat tautan Anda ke Australia, sementara Anda belum disertifikasi sebagai karyawan yang terlibat secara lokal, Anda akan diberikan prioritas untuk dipertimbangkan sebagai bagian dari 3000 tempat dalam program kemanusiaan kami seperti yang baru-baru ini diumumkan oleh pemerintah,” kata email tersebut.
Email tersebut menambahkan bahwa departemen dalam negeri "akan menghubungi Anda secara langsung sesegera mungkin untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan guna mempertimbangkan klaim Anda untuk perlindungan".
Beberapa penerjemah Afghanistan dan staf kedutaan yang membantu Australia diberikan visa sementara untuk melarikan diri dari rezim Taliban, sehari setelah diberitahu bahwa aplikasi visa kategori khusus mereka ditolak.
Pada hari Senin menteri dalam negeri, Karen Andrews, mengonfirmasi beberapa kontraktor telah diberikan visa kemanusiaan 449 dan telah diberitahu bahwa mereka harus "berjalan ke gerbang" di bandara.
Guardian Australia mengetahui setidaknya tiga penerjemah dan keluarga mereka termasuk di antara kelompok orang yang diberikan jalur kehidupan dan perjalanan yang aman ke Australia.
Baca Juga: Aksi Demo di UNHCR Ricuh! Imigran Afghanistan Bentrok dengan Polisi, Ada yang Ditangkap
Seorang penerjemah yang mengajukan aplikasi pada bulan Juni mengatakan kepada Guardian Australia ditolak oleh departemen pertahanan pada hari Sabtu dan tidak dapat melamar program karyawan yang terlibat secara lokal.
Pada hari Senin, harapan muncul setelah menerima tawaran evakuasi dan visa sementara dari pemerintah Australia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run