Suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan budayawan Sujiwo Tejo merupakan penggemar berat Manchaster United.
Kembalinya Cristiano Ronaldo ke Manchester United membikin Mahfud MD dan Sujiwo Tejo bersuka cita.
Gara-gara itu pula, tadi pagi mereka melangsungkan pertemuan untuk membahas perkembangan MU.
Melalui media sosial Twitter, sebelum pertemuan berlangsung, Sujiwo Tedjo mengatakan, “Ronaldo balik ke MU, pagi ini Presiden #Jancukers segera mengunjungi Menkopolhukam Man United agar tak terjadi gejolak di Nusantara United yang diprakarsai dedengkot City @msaid_didu …. kebetulan kami berdua Komisaris Utama Madura United .. holding dari Man United #GGMU.”
Demikian Mahfud MD yang juga fans berat MU, dia senang menyambut Sujiwo Tejo yang datang dengan mengenakan pakaian khas Madura.
Mahfud MD berkata: "Presiden #Jancukers @sudjiwotedjo begitu gembiranya atas kembalinya Ronaldo ke MU. Pagi-pagi sudah menggedor pintu rumah saya untuk berdiskusi tentang masa depan MU dengan pakaian Madura United. Pagi sekali hingga tak sempat undang @msaid_didu dan @yusuf_ch."
Dalam laporan Suara.com yang lalu disebutkan, Ronaldo kini resmi pulang ke Old Trafford.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Manchester United lewat laman resminya pada Jumat (27/8/2021).
"Manchester United dengan senang hati mengonfirmasi bahwa klub telah mencapai kesepakatan dengan Juventus untuk transfer Cristiano Ronaldo, dengan tunduk pada kesepakatan persyaratan pribadi, visa, dan medis," demikian pernyataan resmi Manchester United.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Kembali ke Old Trafford, Follower Instagram MU Langsung Meningkat
Melansir The Guardian, Jumat (27/8/2021), Setan Merah sudah mengajukan tawaran resmi untuk mengontrak peraih lima Ballon d'Or itu selama dua musim hingga 2023. Mereka menyodorkan 25 juta euro plus bonus untuk Juventus.
Ronaldo sebagaimana laporan Goal, telah meninggalkan Turin dengan pesawat pribadi. Penyerang sekaligus kapten Timnas Portugal itu diyakini tengah menuju kota Manchester.
Berita Terkait
-
Soal Revisi UU Pemilu, Puan: Fokus Urusan Rakyat Terlebih Dahulu Sebelum Bicara Politik 2029
-
Mahfud MD Paparkan Solusi Atasi Kekosongan Kepala Daerah, Pemilu Sela hingga Perpanjangan Jabatan?
-
Mulai Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Hadirkan Mahfud MD hingga Refly Harun ke Senayan
-
Mahfud MD Heran Gus Yaqut Jadi Tersangka: Kuota Haji Itu Bukan Kerugian Negara!
-
Sujiwo Tejo Sebut Perang Sekarang Hanya Pesta Kembang Api: Pengecut!
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran
-
Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025
-
Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Mendekati Masa Tenggat, KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Segera Laporkan LHKPN
-
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang
-
Viral Tuduhan Buang Sampah ke Kali Pesanggrahan, DLH DKI: Itu Titik Penampungan Resmi
-
Studi: Karbon Biru Bisa Tekan Emisi Dunia, Mengapa Banyak Negara Belum Menggunakannya?
-
Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz
-
Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga