Suara.com - Penampakan antrean calon penerima vaksin Covid-19 dengan cara antimainstream, belum lama ini, menjadi viral. Pasalnya, warga hanya menyetorkan sandal mereka untuk antre.
Penampakan antrean itu dibagikan akun TikTok @kaptenrif. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 2,6 juta dan mendapatkan 200 ribu tanda suka.
"Ada aja kelakuan warga (+62), besok gua nitip sandal dari malam kali ya," tulis akun ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Rabu (1/9/2021).
Dalam video, seorang pengendara sepeda motor tampak merekam antrean vaksin. Uniknya, yang mengantre adalah sandal jepit.
"Antri vaksin nitip orang dalam (tidak). Antri vaksin nitip sandal (iya)," tulisnya dalam keterangan video.
Warga yang menjadi peserta vaksin Covid-19 sendiri justru duduk di pinggir jalan. Mereka semua duduk tanpa mengenakan alas kaki.
Pasalnya, sandal sampai sepatu sudah disetor untuk mengantre vaksin. Antrean sandal itu sendiri begitu panjang hingga bermeter-meter.
"Sampai depan gang," beber perekam video.
Hal ini terlihat dari rekaman pemotor yang merekam antrean sambil mengendarai motor. Alas kaki yang mengantre itu sendiri terdiri dari berbagai bentuk.
Baca Juga: Sambut Sekolah Tatap Muka, Guru Ini Semangat Bersihkan Kelas Kotor
Semua alas kaki mengantre dengan rapi, bahkan sampai berkelok-kelok saking panjangnya. Warga sendiri juga memencar duduk di setiap sisi jalan untuk menghindari kerumunan.
Melalui kolom komentar, pengunggah video juga menuliskan hal lucu mengenai antrean tersebut. Ia menyebut Presiden Joko Widodo saja bahkan tidak tahu jika kondisi antrean sampai seperti itu.
"Bapak Jokowi mana tahu kondisi di lapangan kaya gini," tulisnya.
Pemandangan sandal jepit mengantre vaksin itu ramai dikomentari warganet. Mereka menuliskan beragam komentar kocak sampai memuji cara tersebut.
"Pas dipanggil be like: 'Sandal Ando pink yang agak buluk, maju!'," sahut warganet.
"Sandal Swallow berbisik ke sandal Ando: 'Lu dapat antrean berapa do?'," timpal warganet.
Berita Terkait
-
Sambut Sekolah Tatap Muka, Guru Ini Semangat Bersihkan Kelas Kotor
-
Viral SPBU Cipadung Bandung Diserang Massa, Ini Penyebabnya
-
Usia Bukan Halangan Kakek di Kubar Ini Untuk Lelah Bekerja, Warganet: Senyumnya Gak Kuat
-
Luhut dan Moeldoko Somasi Aktivis, LBH Jakarta Nilai Pemerintahan Jokowi Anti Kritik
-
Viral Wanita Creambath Rambut Suami Pakai Santan Kelapa, Ternyata Ini Manfaatnya
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Perkuat Digital Banking untuk Bisnis, Qlola New Skin Hadir dengan Pengalaman Baru
-
Kronologi Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan Rp3,5 Miliar, Berawal dari Janji Manis Investasi
-
Dorong Efisiensi Bisnis, BRI Perbarui Qlola dengan Tampilan yang Lebih Intuitif
-
Keluarga Siswa Tewas Imbas Jalan Licin Kramatjati Tuntut Penataan Pasar Tumpah
-
Ruang Pimpinan Unsoed di Lantai 3 Disegel KPK, Usai Rektor dan Wakilnya Kena OTT!
-
Menteri Jerman dan Wamenkes Tinjau Langkah Hijau Bayer di Cimanggis, Ini Hasilnya
-
Rumah Murah yang Dijual Danantara Bukan Sengketa
-
Qlola Catat Pertumbuhan Pengguna 42,6 Persen, BRI Hadirkan New Skin
-
Duduk Perkara Ruben Onsu Terjerat Kasus Penipuan Hingga Terancam Dipenjara
-
The Island of the Blue Dolphins: 18 Tahun Sendirian di Pulau Terpencil?