Suara.com - Salah satu stasiun TV di Pantai Gading 'banjir' kecaman setelah mengundang dan meminta mantan terdakwa kasus pemerkosaan mendemonstrasikan aksinya.
Menyadur The Sun, Rabu (1/9/2021), kecaman tersebut ditujukan terhadap salah satu acara yang ditayangkan stasiun televisi Nouvelle Chaine Ivoirienne (NCI).
Saat program berlangsung, pembawa acara Yves de M'Bella meminta bintang tamu yang pernah menjadi tersangka kasus pemerkosaan untuk mendemonstrasikan kejahatannya.
Pria yang tidak disebutkan namanya itu diberi boneka manekin dan diminta memperagakan saat ia memerkosa korban.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Yves de M'Bella terlihat tertawa dan membantu pria itu meletakkan boneka di depan penonton.
Setelah menyelesaikan demonstrasinya, pria itu kemudian diminta untuk memberi nasihat kepada wanita bagaimana cara mencegah terjadinya pemerkosaan.
Namun, beberapa jam setelah tayang, stasiun TV NCI menerima ribuan kecaman dari berbagai pihak mengenai acara tersebut.
"Tolong beritahu saya bahwa saya sedang bermimpi," tulis Priss'K, rapper Pantai Gading di akun Facebook-nya.
"Ini menjijikkan, tidak dapat diterima, tidak sopan, terutama terhadap perempuan. Pemerkosaan sangat merendahkan martabat dan tidak manusiawi," tambahnya.
Baca Juga: Muncul Petisi Boikot di TV, Ayu Ting Ting Sedih: Ya Allah Salah Gue Ini Apa?
Sebuah petisi juga dibuat mengenai acara tersebut dan sudah terkumpul 30.000 tanda tangan dalam waktu kurang dari 24 jam. Petisi tersebut menuntut agar pihak berwenang menutup acara tv dan menghukum pembawa acara.
Setelah mendapat kecaman dan petisi tersebut, NCI mengeluarkan permintaan maaf dan menjelaskan mereka sangat menghormati hak-hak perempuan.
NCI juga mengungkapkan solidaritas kepada perempuan yang menjadi korban kekerasan dan segala jenis pelecehan.
NCI juga mengatakan, telah memberikan hukuman kepada De M'Bella karena telah melakukan kesalahan serius dan berjanji tidak kembali membuat program semacam itu.
Insiden tersebut terjadi hanya beberapa bulan setelah sebuah LSM mengungkapkan 416 perempuan di Pantai Gading menjadi korban pemerkosaan dalam waktu dua tahun.
LSM itu juga mengungkapkan adanya 2.000 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 1.290 pernikahan anak usia dini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah