Suara.com - Ruangguru hari ini, Kamis, (9/9/2021), mengumumkan kolaborasinya dengan Alta School, sekolah online interaktif setara konvensional. Para pelajar kini bisa belajar secara interaktif di aplikasi Ruangguru. Sebab, Alta School adalah sekolah yang mengusung metode blended learning dan mengedepankan konsep live teaching yang interaktif, adaptif, dan menyenangkan.
"Sehingga bisa menggali minat dan potensi anak secara maksimal," tutur Kepala Sekolah Alta School, Devi S Gunawan dalam Media Gathering secara virtual pada Kamis, (9/9/2021).
Devi menjelaskan, Alta School hadir sebagai sekolah online setara dengan sekolah konvensional yang bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar menyenangkan dan menggugah growth mmindsiet dalam diri anak sejak usia dini.
Sekolah ini hadir ditenggarai oleh sekolah konvensional yang kurang efektif dalam membina siswa selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Menurutnya kondisi tersebut, telah membuat orang tua merasa khawatir dengan proses tumbuh kembang anak, baik secara kognitif, afektif dan psikomotorik.
Memang saat ini, pemerintah sudah memperbolehkan pembelajaran tatap muka secara terbatas untuk mengurangi resiko learning loss terhadap anak. Namun, tetap saja orang tua masih khawatir mengenai kesehatan anaknya sehingga harus mengkompromikan kualitas pendidikan.
Selain itu, kurikulum dan metode belajar sistem pendidikan konvensional sendiri juga dirasa masih terbatas oleh beberapa orang tua. Padahal untuk dapat mengoptimalkan pola belajar anak, menyesuaikan tahap perkembangan sesuai pada usia didik anak menjadi sangat penting.
“Pada usia dini, anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan dan membutuhkan pola belajar dengan contoh konkrit. Pada tahap ini pula, rasa percaya diri anak perlu mulai dibangun dengan memberikan rasa aman dan menyenangkan saat belajar," katanya.
Lebih jauh dia mengatakan, Alta School dapat menjadi sekolah utama atau sekolah pendamping, di mana materi yang diberikan setara dengan sekolah nasional dan memiliki jadwal waktu yang fleksibel. Untuk menghadirkan proses belajar online yang optimal, Alta School berkolaborasi dengan Ruangguru dalam menggunakan platform teknologi yang mumpuni agar siswa dapat mengakses modul pembelajaran aktivitas mandiri melalui Learning Management System (LMS) ruangkelas, baik di dalam aplikasi maupun browser.
Dalam kesempatan yang sama, Head of Corporate Communication Ruangguru, Anggini Setiawan menjelaskan, akses ruangkelas yang dihadirkan sebagai sistem kelola belajar utama di Alta School, akan mempermudah guru dalam mengatur kegiatan belajar mengajar secara online. Sehingga siswa dapat mengikuti rencana belajar yang sudah ditentukan dengan baik, untuk tetap belajar secara efektif.
Baca Juga: Bukan Jakarta, Ini 3 Daerah Indonesia Penghasil Siswa Berprestasi di Kompetisi Sains
"Fitur-fitur yang disediakan sudah dirancang sesuai dengan konteks kebutuhan para guru dan murid, sehingga harapannya bisa jauh lebih mudah untuk digunakan,” ujar Anggini.
Alta School diluncurkan dengan memprioritaskan aspek kesiapan guru, kurikulum pendidikan, serta metode pembelajaran live teaching interaktif, dan aktivitas mandiri yang terpersonalisasi. Siswa juga dapat menikmati berbagai fasilitas seperti, kelas tambahan, pendidikan karakter, modul, home-based project, learning kit, serta kelas tutoring.
Alta School telah membuka pendaftaran bagi peserta didik baru untuk usia 4 tahun 0 bulan di jenjang PAUD, dan 6 tahun 0 bulan untuk jenjang SD. Pendaftaran dapat langsung dilakukan melalui laman altaschool.id atau ig: @altaschool.id.
Berita Terkait
-
Bagi Anak Sekolah Menengah, Sekolah Daring Malah Punya Keuntungan Tersendiri
-
Astaga! Kelamaan Sekolah Daring, Siswi di Karanganyar Ini Malah Hamil di Luar Nikah
-
Warung Kelontongmu, Penyelamat Sekolah Onlineku
-
Ibu Curhat Menyerah Ngurus Anak Sekolah Online: Takut Jadi Kegiatan Hajar Menghajar
-
Aplikasi yang Sering Digunakan untuk Belajar Daring, Pelajar Wajib Tahu!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara