Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang wanita membongkar tindak kejahatan yang ia alami karena nomor HP tersebar viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah di akun Tiktoknya (10/9/2021), wanita tersebut bercerita bahwa dirinya kerap medapat teror berupa pesan singkat dari nomor tak dikenal.
Ia pun membeberkan kronologi kejadian yang membuatnya ditodong video dewasa oleh orang-orang tak dikenal.
Dihubungi nomor tak dikenal
Wanita tersebut mengaku kaget saat tiba-tiba mendapat pesan dari nomor tak dikenal yang secara mengejutkan mengirim tangkapan layar fotonya yang telah diunggah di akun FB 'Pemersatu Bangsa'.
Orang tak dikenal itu bahkan meminta agar dikirim video dewasa, yang mana wanita tersebut tak mengetahui apapun terkait video yang dimaksud.
"Ini bo**p yang lagi viral chat aja ke nomor ini," bunyi caption dalam unggahan di grup FB tersebut.
Nomor tersebar
Tak hanya itu, wanita tersebut juga menyadari bahwa nomornya telah tersebar di grup FB, sehingga banyak orang tak dikenal menghubunginya untuk meminta video dewasa.
Baca Juga: Heboh Miliarder Malaysia Nikahi Asisten 23 Tahun Lebih Muda dan Berita Terpopuler Lainnya
"Dan di sini aku kaget karena nomor aku disebar di grup 'pemersatu bangsa', dan nggak lama setelah chat pertama dari nomor yang nggak aku kenal tadi, tiba-tiba makin banyak chat dari nomor yang nggak aku kenal lainnya minta video bo**p," ujarnya.
Tak pernah unggah foto yang tersebar
Wanita tersebut mengaku tak pernah mengunggah foto yang tersebar itu di media sosial mananpun.
Ia hanya menggunakannya sebagai foto profil di WhatsApp dan mengaktifkan mode privat yang berarti hanya bisa dilihat oleh orang tertentu saja.
"Fyi, foto yang disebar itu nggak pernah aku upload di sosial media manapun kecuali foto profil WA dan profil aku itu private jadi yang bisa lihat cuma nomor yang aku addback aja," ujarnya lagi.
"Berarti kemungkinan besar orang yang nyebarin foto sama nomor aku itu yang sekontak sama aku dong ya," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Video Viral Pasangan Gancet Saat Mesum Settingan, NU: Ini Orang Memang Licik
-
Viral Jualan Kerupuk di Tengah Jalan Raya, Netizen: S3 Marketing
-
Aksi Tak Terduga Pria saat Naik Motor, Endingnya So Sweet Banget!
-
Heboh Miliarder Malaysia Nikahi Asisten 23 Tahun Lebih Muda dan Berita Terpopuler Lainnya
-
Tergiur Tindik Telinga Harga Terjangkau, Wanita Menyesal Endingnya Harus Operasi
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal
-
Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data
-
'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR
-
Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati
-
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!
-
Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma
-
Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat
-
Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray