Suara.com - Seorang wanita di Spanyol menuntut otoritas kesehatan karena menyadari dirinya adalah bayi tertukar saat dilahirkan 20 tahun yang lalu.
Menyadur Euro News Minggu (12/9/2021) wanita yang tak disebutkan identitasnya ini tertukar dengan bayi perempuan lainnya di inkubator rumah sakit.
Kedua bayi ini tak sengaja 'tercampur' setelah lahir dengan selisih waktu sekitar 5 jam di Logroño, La Rioja pada tahun 2002.
Kesalahan itu baru disadari setelah tes DNA mengungkapkan bahwa salah satu wanita itu bukan putri dari orang tuanya.
Wanita berusia 19 tahun itu kini menuntut kompensasi sebesar € 3 juta atau setara Rp 50 miliar dari otoritas kesehatan setempat di utara Spanyol.
Wanita lain yang diserahkan kepada orang tua yang salah sudah diberitahu tentang kesalahan itu tapi belum mengajukan keluhan, menurut media setempat.
"Itu adalah kesalahan manusia dan kami belum dapat menemukan siapa yang harus disalahkan," kata Sara Alba, kepala kesehatan wilayah La Rioja utara Spanyol.
"Sistem saat itu berbeda dan tidak terkomputerisasi seperti sekarang," kata Alba, sambil menjamin itu tidak akan terjadi lagi.
Alba berbicara setelah surat kabar lokal La Rioja pertama kali menerbitkan cerita tersebut di mana pengacara, José Saez-Morga mengatakan gadis berusia 19 tahun itu dibesarkan oleh neneknya.
Baca Juga: Rekaman CCTV Klinik Ungkap Seorang Remaja Melahirkan di Toilet, Lalu Buang Bayi ke Sumur
Kesalahan itu terungkap pada tahun 2017 setelah ayahnya menuntut tes paternitas selama perselisihan tunjangan anak, yang menegaskan bahwa dia tidak memiliki hubungan dengan kedua orang tuanya.
Dia sekarang menunggu hasil tes DNA lain untuk mengidentifikasi orang tua kandungnya. Pemerintah daerah mengatakan akan menghormati proses hukum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Menimbang Sosok Rais Aam Ideal di Tengah Tantangan Abad Kedua