Suara.com - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat masih menjadi misteri meski hampir 1 bulan berlalu. Situasi ini membuat Bareskrim Mabes Polri ikut turun tangan untuk membantu penyidik Polres Subang.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat. Untuk diketahui, Yosef merupakan suami dan ayah korban pembunuhan.
Sejauh ini, Yosef memang merupakan orang yang paling banyak diperiksa polisi sebagai saksi. Terhitung, ia sudah 9 kali diperisa polisi mengenai kasus pembunuhan istri dan anak perempuannya.
Terbaru, Yosef diperiksa selama 8 jam pada Senin (13/9/2021). Rohman selaku kuasa hukum menjelaskan kali ini Mabes Polri memang terpantau iku memeriksa kliennya di Polres Subang.
"Kebetulan pihak tim Kepolisian Polres Subang juga dibantu oleh Bareskrim. Itu juga di proses penyidikan. Tadi cuma BAP saja, ada obrolan dengan penyidik juga," kata Rohman seperti dikutip Hops.id -- jaringan Suara.com, Selasa (14/9/2021).
Rohman menjelaskan, pihaknya sejauh ini selalu kooperatif dalam menjalani proses hukum. Ia bahkan menyatakan siap datang kembali jika polisi masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terkait kliennya.
"Paling tidak sampai hari ini kita sangat kooperatif. Kalau memang polisi membutuhkan, kita akan datang lagi," janji Rohman.
Rohman sendiri mengakui tidak tahu alasan Bareskrim Polri ikut turun tangan dalam kasus ini. Ia hanya meminta publik untuk menanyakan langsung ke penyidik.
"Lebih baik ditanyakan itu ke penyidik. Tapi pada saat di BAP, mereka ada di sana. Sempat nanya-nanya juga. Saya enggak tahu alasan mereka ikut turun, itu bisa tanya ke penyidik," ujar Rohman.
Baca Juga: Aneh! Pria di Rembang Bantu Istrinya Menikahi Pria Lain Demi Uang Bulanan
Mengenai pemeriksaan Yosef, Rohman membeberkan penyidik mencecar pertanyaan soal yayasan kliennya. Ia mengatakan penyidik dari Polres Subang dan Bareskrim Polri mencecar Yosef soal aset yayasan yang dimiliki.
"Ada berita acara tambahan, yang pertama tentang pendirian yayasan. Yang kedua tentang aktivitas dari klien kami sebelum kejadian serta setelah kejadian," beber Rohman.
Sebagai informasi, Yosef merupakan orang yang memiliki Yayasan Bina Prestasi Nasional. Yayasan sekolah SMP dan SMA tersebut beralamat di Serangpanjang, Subang.
Meski Yosef merupakan pemilik, namun yayasan itu ternyata diketuai oleh Yoris, anak pertamanya. Sedangkan bendahara yayasan adalah istrinya yang tewas dibunuh, Tuti Suhartini.
Sementara anak perempuannya yang juga menjadi korban pembunuhan, Amelia Mustika atau Amel menjabat sebagai sekretaris yayasan.
Fakta lain juga terungkap seputar istri muda Yosef. Ternyata, istri mudanya dulu sempat memegang kendali sebagai bendahara yayasan.
Berita Terkait
-
Aneh! Pria di Rembang Bantu Istrinya Menikahi Pria Lain Demi Uang Bulanan
-
Viral Video Jin Qarin Bongkar Kasus Pembunuhan di Subang, Publik: Pembodohan!
-
Kasus Covid-19 di Indonesia Menurun, Ini Pesan Pakar Epidemiologi
-
Selain Kalapas, Polisi Juga Periksa Enam Pejabat Lapas Tangerang
-
Cekcok Berujung Duel, ET Warga Balikpapan Ini Gagal Nikah dan Masuk Bui
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah
-
PDIP Ingatkan Mandat Reformasi, Minta TNI Jauhi Politik Praktis dan Perkuat Industri Pertahanan
-
Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: PDIP Berdiri Paling Depan Jaga Hak Rakyat!
-
Cegah Bencana Ekologis, Rakernas I PDIP Desak Penegakan Hukum Lingkungan dan Penguatan Mitigasi
-
Prabowo Beri Mandat ke Dirut Baru Pertamina: Pecat Siapa Saja yang Tidak Bagus!