Suara.com - Viral di media sosial curhatan seorang wanita yang mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari salah satu anggota keluarga ayahnya yang telah menikah lagi.
Dalam video yang diunggah oleh sebuah akun Tiktok, Senin (13/9/2021), tampak seorang wanita memutar pesan suara yang ia dapat dari anak tiri ayahnya.
Sang ayah diketahui telah menikah lagi dengan wanita yang juga sudah mempunyai anak.
Disebut mengemis ke ayah kandung
Dalam pesan suara tersebut, sang anak tiri meminta wanita tersebut untuk tidak meminta uang kepada ayahnya. Ia beralasan sang ayah sudah mempunyai keluarga baru yang harus dinafkahi.
"Ya kamu kalau nggak kekurangan uang ngapain kamu ngemis-ngemis sama ayahku di sini, namanya sudah kawin sama bundaku sampai punya adik dua, ya udah jadi orang tuaku," ujar sang anak tiri dalam pesan suara yang diputar di video tersebut.
Wanita tersebut merasa kesal karena dilarang meminta uang jajan ke ayah kandungnya sendiri. Meskipun begitu, ia menyebut bahwa uang jajannya saat ini lebih banyak dari pada uang jajan anak tiri ayahnya.
"Omongan anak tiri bapak gue yang iri haha. Minta uang sama bapak kandung sendiri dibilang ngemis," tulis wanita tersebut dalam videonya.
"Sorry say, uang jajan gue lebih banyak daripada punya lu. Untung masih dibiayain masih aja iri haha," lanjutnya.
Baca Juga: Suami Pulang Kerja Main 'Nyosor' Istri yang Lagi Beberes, Auto Kabur saat Sadar Hal Ini
Tanggapan warganet
Melihat video itu, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka mengaku kesal dengan perkataan yang dikirim lewat pesan suara itu.
"Sakit hati gue dengernya, sumpah gedeg," komentar salah seorang warganet.
"Kok nggak malu ya itu orang?" tanya salah satu warganet.
"Eh buset anak kandung mah berhak bos, lu anak tiri mah anak tiri aja nggak usah belagak mau jadi anak kandung, lawak," ujar warganet lain.
"Yang namanya cerai, walaupun ayah udah menikah sama orang lain, seorang ayah harus memenuhi kewajibannya kepada anak kandung," ujar warganet lain.
Tag
Berita Terkait
-
Aksi Mesra Pasutri Terekam di TikTok, Warganet: Kira Suamiku Aja yang Suka Nyosor
-
Santri Tutup Kuping Saat Dengar Musik Dipermasalahkan, Hidayat Nur Wahid: Ngaji Lagi Yuk
-
Belum Banyak yang Tahu, Begini Cara Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Lalu Lintas
-
Curhat Pengantin Pria Grogi sampai Salah Gandeng Istri, Nyaris Bikin Salah Paham
-
Viral Sosok Sopir Bus Cantik jadi Idola Baru, Warganet: Wanita Bermental Baja
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Bupati Pati dan Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK, Apa Kata Istana?
-
Benyamin Davnie Kutuk Oknum Guru di Serpong Pelaku Pelecehan Seksual ke Murid SD: Sangat Keji
-
Soal Tim 8 yang Diduga Ikut Lakukan Pemerasan, Sudewo: Mayoritas Kades di Jaken Tak Dukung Saya
-
Saudia Indonesia Sambut Director of East Asia & Australia Baru dan Perkuat Kolaborasi Mitra
-
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas
-
Pakai Rompi Oranye dan Tangan Terborgol, Sudewo Minta Warga Pati Tetap Tenang
-
Bupati Pati Sudewo Bantah Lakukan Pemerasan Calon Perangkat Desa Usai Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Bukan Cuma Perkara Dugaan Pemerasan, Bupati Pati Sudewo Juga Jadi Tersangka Kasus DJKA
-
Nicke Widyawati Ngaku Tak Pernah Dapat Laporan Soal Penyewaan Kapal dan Terminal BBM
-
Bupati Pati Sudewo dan Tim Suksesnya Diduga Peras Calon Perangkat Desa Hingga Rp 2,6 Miliar