Suara.com - Anggota Komisi I DPR, Syaifullah Tamliha, meyakini pemerintah tak akan pernah kendur untuk menghadapi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan serangan hingga kekerasan di Papua.
Itu disampaikan Syaifullah sekaligus sebagai respon terkait serangan KKB yang baru-baru ini terjadi di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, pada Senin (13/9/2021) lalu.
"Dari segi militer, pemerintah kita tidak akan pernah kendur untuk menghadapi kelompok-kelompok kriminal yang terus-menerus melakukan pembakaran pembunuhan pemerkosaan warga-warga sipil di Papua," ujar Syaifullah dalam diskusi virtual Jakarta Journalist Center yang bertajuk "Kejahatan KKB Papua, Pendekatan Ekonomi atau Budaya, Kamis (23/9/2021).
Sebelumnya KKB melakukan kekerasan terhadap tenaga kesehatan, membakar fasilitas umum, mulai dari puskesmas, sekolah, pasar, kantor Bank Papua, hingga perumahan guru dan tenaga medis.
Seorang suster bernama Gabriela Meilan (22) gugur dalam serangan KKB tersebut. Dia kabur ke jurang hingga nyawanya tak terselamatkan.
Pemerintah kata Syaifullah, harus melindungi warga negara Indonesia baik sipil, pendatang, maupun warga asli Papua.
"Kami tidak akan membiarkan itu dan siapapun yang mengganggu warga warga sipil di Papua. Maka tindakan pemerintah adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Jadi yang dilindungi tidak hanya warga sipil pendatang tapi juga warga warga sipil yang asli Papua," ucap Syaifullah.
Pengerahan TNI-Polri di Papua kata Syaifullah, untuk mengejar KKB karena sebagai bentuk negara hadir melindungi warganya.
Tak hanya itu, Syaifullah menyebut pemerintah pusat berupaya semaksimal mungkin melakukan pendekatan. Di antaranya pendekatan budaya dan sosial, pendekatan politik serta pendekatan kesejahteraan yang terus-menerus dilakukan bertahun-tahun.
Baca Juga: Diduga Pasok Senpi ke KKB Papua, Oknum ASN Pemkab Yahukimo Ditangkap saat Bawa Truk
"Nah kita juga sudah memberikan UU Otonomi Khusus Papua dan sekarang sedang direvisi itu bagian dari evaluasi," kata dia.
Lebih lanjut, politisi PPP itu menyebut pelabelan KKB sebagai teroris merupakan langkah yang bijak.
"Pelabelan terhadap KKB sebagai terorism itu adalah langkah yang bijak. Tidak ada negara di dunia ini yang tidak mau mempertahankan keutuhan wilayah negaranya," ucap Syaifullah.
Menurutnya tindakan yang dilakukan KKB yakni masuk dalam unsur tindakan terorisme dan berbeda dengan gerakan separatisme.
Dalam UU terorisme kata Syaifullah, diartikan sebagai tindakan kekerasan atau acaman tindakan kekerasan yang ditujukan kepada sasaran acak.
Kemudian tidak ada hubungan langsung dengan pelaku yang berakibat pada kerusakan, kematian, ketakutan, ketidakpastian dan keputusasaan masyarakat.
Tindak kekerasan kata dia, dalam rangka memaksakan kehendak kepada pihak yang dianggap lawan, agar kepentingan-kepentingan mereka diakui dan dihargai.
"Oleh karena itu pemerintah dan DPR sepakat bahwa tindakan yang dilakukan KKB itu adalah tindakan terorisme, bukan bagian dari tindakan separatis yang bertujuan untuk menjadikan Papua itu sebagai negara yang merdeka," katanya.
Berita Terkait
-
Setara Institute: Pelabelan Teroris Terhadap KKB di Papua Tidak Menyelesaikan Masalah
-
Diduga Pasok Senpi ke KKB Papua, Oknum ASN Pemkab Yahukimo Ditangkap saat Bawa Truk
-
Kota Bekasi Anggarkan Belanja Rp 458 Milyar Untuk Covid-19
-
Soal TPST Bantargebang, Bekasi Minta Rp800 Milyar, Wali Kota: Nah, Kita Belum Bahas
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Kulit Sawo Matang Jangan Asal Pilih Kutek! 10 Warna Ini Bikin Tangan Langsung Glowing
-
'Memang Seharusnya Mundur', Kubu Sony Sonjaya Tegaskan Nanik S Deyang Terlibat Skandal MBG
-
Pertama di Dunia, Remaja Australia Ini Meninggal karena Gigitan Kutu
-
3 Bedak Wardah Paling Tahan Lama dan Bikin Glowing, Hasil Makeup Flawless Seharian
-
7 Bedak yang Cocok untuk Remaja dengan Kulit Berjerawat
-
7 Bedak Gatal Paling Ampuh di Apotek yang Aman dan Terdaftar BPOM
-
Profil Sudaryono, Eks Ajudan Prabowo Disebut Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik
-
Jangan Lewatkan! Film Masters of the Universe Rilis di Prime Video Hari Ini
-
10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
-
Pindah ke Honda, Ini Perjalanan Fabio Quartararo Selama 7 Tahun di Yamaha