Suara.com - ES (40) dan anaknya KZF (14) ditangkap polisi lantaran telah mengeroyok, FD (13) seorang pelajar SMP di Jalan S Sukowati Curup, Rejang Lebong, Bengkulu yang viral di media sosial. Gara-gara dikeroyok bapak dan anak itu, korban mengalami luka parah.
Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Sampson Sosa Hutapea seperti dikutip Antara, Selasa, mengatakan kasus pengeroyokan seorang pelajar SMP oleh ayah dan anak pada Jumat (24/9) sekitar pukul 10.30 WIB, di Jalan S Sukowati Curup viral di media sosial, setelah korban bersimbah darah direkam warga.
Dia menjelaskan, terduga pelaku yang berstatus ayah dan anak dalam kasus ini ialah ES (40) dan KZF (14) yang beralamat di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur. Sedangkan korbannya FD (13), warga Desa Air Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur.
"Jadi karena pelaku ini bapak dan anak, mungkin untuk yang anak akan kami sesuaikan dengan perlindungan anak, untuk perkembangan lanjutnya nanti akan kami infokan," kata dia.
Kedua terduga pelaku itu, kata dia, menyerahkan diri ke Mapolres Rejang Lebong pada Senin (27/9) siang, setelah sempat menghilang usai kejadian pengeroyokan.
Dia menambahkan, sejauh ini kondisi FD berdasarkan hasil visum mengalami lebam di bagian mata sebelah kiri, luka sobek di bawah mata sebelah kiri, dan juga ada bekas pukulan benda tumpul di bagian punggung.
Kronologis kejadian itu bermula dari cekcok yang terjadi di sekolah antara anak, korban maupun pelaku, dan diperkirakan saat terjadi perkelahian antara keduanya orang tua pelaku ini ikut mengeroyok korbannya, sehingga terluka akibat dipukul benda tumpul.
"Untuk sementara ini, kami belum bisa pastikan apakah keduanya bisa dinaikkan menjadi tersangka, namun kami akan mendalami lagi," ujarnya pula.
Sebelumnya, video seorang pelajar SMP di Rejang Lebong mengalami luka di bagian mata akibat dikeroyok beberapa orang, mendapat perhatian masyarakat luas, setelah beredar di media sosial baik Facebook maupun WhatsApp. (Antara)
Baca Juga: Polisi Tangkap Bocah SMP Pelaku Pembunuhan Kekasih di Kediri
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan