Suara.com - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta hingga saat ini baru mengerjakan sumur resapan di 6.230 titik. Targat yang dipasang pada tahun ini sebanyak 22.292 titik.
Kekinian Pemprov DKI Jakarta hanya mempunyai waktu sekitar dua bulan lebih untuk mencapai target.
"Target pengerjaan sumur resapan di tahun 2021 sebanyak 22.292 titik dan sudah terlaksana sebanyak 6.230 titik sumur resapan," tulis Dinas SDA melalui akun resminya Senin (11/10/2021.
Terkait itu, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berharap pembuatan sumur resapan dapat mengurangi titik genangan yang terjadi di Jakarta saat musim hujan.
"Sumur resapan ini merupakan salah satu program pengendalian banjir yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta," ucap Riza.
Untuk mengantisipasi banjir, Dinas SDA Pemprov DKI juga menggencarkan program Gerebek Lumpur di sejumlah wilayah Ibu Kota dalam upaya antisipasi banjir menghadapi musim hujan.
Adapun pengerukan sedimen lumpur dan sampah menggunakan alat berat secara masif di 5 wilayah Kota Jakarta.
Kegiatan tersebut telah dilakukan sejak 24 Maret 2021 untuk wilayah Jakarta Timur dan dilanjutkan 4 wilayah kota lainnya secara bertahap mulai September 2021 hingga Desember 2021.
Berikut rincian jadwal dan lokasi pelaksanaan gerebek lumpur di setiap wilayah :
Baca Juga: Revitalisasi Monas, Kepala UPK: Tidak Ada Hubungannya dengan Formula E
Jakarta Pusat : Kali Krukut - Segmen Jl. Bendungan Hilir - Menara Batavia.
Pengerjaannya tanggal 21 September - 31 Desember 2021. Target hasil pengerukan: 12.060 m3 Dumping Site di daerah Ancol
Jakarta Selatan : Berlokasi di Kali Krukut - Segmen Jl. Jend. Sudirman - Jl. Gatot Subroto.
Pengerjaan: 9 September 2021 - 15 Desember 2021. Target hasil pengerukan : 5.338 m3 dengan panjang 1,2 km. Dumping Site di Rawa Minyak
Jakarta Utara : Kali Sunter Segmen Depan Pompa Rawa Badak dan Segmen Depan Mall Artha Gading.
Pengerjaan: sudah dimulai kurang lebih satu bulan, ditargetkan selesai Desember 2021. Target hasil pengerukan : segmen Rawa Badak dari luas 11.200 m2 dengan volume 17.920 m3 segmen Artha Gading 8.400 m3
Berita Terkait
-
Soal Pembukaan Kembali Ragunan, Wagub DKI: Mudah-mudahan Tidak Lama Lagi
-
Resmikan Rumah Literasi Jakarta, Wagub DKI Harap Jadi Wadah Berkumpulnya Insan Buku
-
Revitalisasi Monas, Kepala UPK: Tidak Ada Hubungannya dengan Formula E
-
Formula E Batal di Monas karena Ada Unsur Politis? Ini Jawaban Tegas Wagub DKI
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025