News / nasional
Erick Tanjung | Ria Rizki Nirmala Sari
Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU) [Dok. KPU]

Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra, Prasetyo Hadi mengatakan tim seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum/KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2022-2027 harus bisa menemukan sosok yang mampu mengidentifikasi masalah kepemiluan di tanah air. Para calon anggota KPU dan Bawaslu diharapkannya mampu menyelesaikan masalah menahun ketika pemilu bergulir.

Prasetyo menjelaskan bahwa penyelenggaran pemilu di Indonesia itu tidak mudah. Itu dikarenakan setiap penyelenggaraan pemilu yang dihadapkan dengan besarnya jumlah pemilih, tantangan geografis dan pelaksanaan pemilihan presiden, pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah secara serentak.

"Saya memberikan catatan supaya timsel harus mampu menemukan kemampuan calon visioner di dalam melahirkan ide-ide dan gagasan-gagasan, visioner yang revolusioner dalam rangka menjawab problem kepemiluan tadi," kata Prasetyo dalam diskusi bertajuk Mencari Calon Anggota KPU RI dan Bawaslu RI Periode 2022-2027 yang disiarkan YouTube Ditjen Polpum Kemendagri, Rabu (13/10/2021).

Selain itu, ia juga berharap para calon anggota KPU dan Bawaslu yang terpilih bisa menyelesaikan masalah-masalah klasik dalam setiap penyelenggaraan pemilu. Misalnya seperti masalah daftar pemilih tetap atau DPT, praktik money politik, hingga tingginya biaya politik.

Baca Juga: Biar Jujur, Alat Deteksi Kebohongan Diminta Dipakai untuk Calon Anggota KPU-Bawaslu

Bukan hanya itu saja, para calon anggota KPU dan Bawaslu nantinya juga harus bisa memecahkan masalah pelanggaran yang kerap timbul saat pemilu. Pelanggaran itu disebutkannya sering terjadi sebelum, ketika pelaksanaan bahkan setelah pemungutan suara.

"Jadi saya membayangkan bagiamana kita bisa menemukan figur atau sosok memiliki visi yang revolusioner berani menawarkan ide-ide atau gagasan-gagasa untuk mengatasi problem-problem kepemiluan kita," tuturnya.

Komentar