Suara.com - Salah satu gunung berapi paling berbahaya di Jepang, Suribachi diguncang gempa dan membuat puluhan kapal yang sudah tenggalam kembali muncul ke permukaan.
Menyadur Daily Mail Kamis (21/202/2021), kapal hantu itu tenggelam selama pertempuran Iwo Jima, salah satu pertempuran paling epik Perang Dunia II dan yang paling berdarah dalam sejarah Marinir AS.
Foto satelit dari Japan's All Nippon News menunjukkan puing-puing 24 kapal Jepang yang ditangkap oleh Angkatan Laut AS di bagian akhir perang.
"Wilayah laut yang berubah warna telah menyebar ke daerah sekitarnya," kata Setsuya Nakada, direktur Pusat Promosi Penelitian Gunung Berapi pemerintah, dalam wawancara dengan Japan's All Nippon News.
"(Hal ini) menunjukkan bahwa aktivitas gunung berapi belum berkurang. Ada kemungkinan letusan besar di Iwo Jima."
Menurut data Oregon State University, setidaknya ada 10 letusan di Iwo Jima dengan yang terbaru pada tahun 1982.
Kapal itu dipindahkan ke bagian barat Iwo Jima untuk membentuk pelabuhan, karena pulau itu tidak memiliki pelabuhan pada masanya.
Seiring dengan aktivitas seismik dari Gunung Suribachi, dasar laut menjadi semakin tinggi, khususnya di bagian barat pulau. Gunung meletus juga membuat kapal-kapal yang tenggelam di dasar laut tertimbun abu vulkanik.
Mulanya, kapal-kapal itu digunakan sebagai pemecah gelombang untuk melindungi kapal lain yang sedang menurunkan tentara dan material.
Baca Juga: Korban Gempa di Karangasem Dan Bangli Akan Dapat Santunan Mulai Rp 10-20 Juta
Pulau ini juga dikenal sebagai Pantai Brown pada peta invasi, yang dibuat untuk mendukung pangkalan militer AS sebelum serangan di daratan Jepang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun, Batal Dihukum Mati oleh Hakim
-
Lawan 'Pasal Karet' KUHP Baru, Delpedro Marhaen Gugat Aturan Berita Bohong dan Penghasutan ke MK
-
Diundang Bukber di Istana, Akankah Ulama dan Prabowo Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah?
-
Resmi! YouTuber Bigmo dan Resbob Tersangka Kasus Fitnah Azizah Salsha
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ngaku Tak Paham Birokrasi, Begini Respons Golkar
-
BPOM Temukan Mi Kuning Berformalin di Takjil, Pedagang Jangan Gunakan Pengawet dan Pewarna Berbahaya
-
Ahli di Sidang Gus Yaqut: Sprindik KPK Keliru karena Campur Aduk KUHP Lama dan Baru
-
Tak Bisa Lagi Sembarangan, RUU PPRT Bakal Atur Perusahaan Berbadan Hukum yang Boleh Salurkan PRT
-
Kejagung Periksa Kasi Intel Bea Cukai Aceh Terkait Dugaan Korupsi Ekspor POME
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak