"Jadi bayar pajak mahal-mahal itu buat modal cosplay pink soldier?" tanya warganet.
"Paling seneng banget kalau ada yang bahas tentang HAKI," sahut warganet.
"Orang hukum, yang tidak mengerti apa itu hukum," kritik warganet.
"Bisa-bisanya lembaga instansi negara dengan bangganya menpromosikan karya anak bangsa lain. Kalau hanya sekedar individu mungkin dia cosplay, tapi ini instansi loh. Mungkin maksudnya mau lebih dekat dengan masyarakat karena lagi booming, tapi intansi bukan tempat bercanda," tegas warganet.
Kemenkumham Ingin Peserta SKD CPNS Rileks Lewat Panitia Berkostum Squid Game
Menurut keterangan yang disampaikan Hummas Kanwil Kemenkumham Jatim, pihaknya menggelar SKD CPNS Formasi Penjaga Tahanan dan Pemeriksa Keimigrasian pada Rabu (20/10/2021). Penggunaan kostum 'pink soldier' Squid Game itu dilakukan mereka sebagai cara unik untuk mencarikan ketegangan para peserta.
Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono menjelaskan kalau pihaknya memang sengaja mengambil tema Squid Game untuk menciptakan suasana yang berbeda dalam tes CPNS. Adapun penggunaan tema tersebut diharapkan membuat peserta tidak tegang saat menjalani tes.
"Kami ingin membuat peserta (SKD CPNS) lebih rileks dan bahagia," kata Krismono dalam keterangannya, Kamis (21/10/2021).
Siapapun yang bertahan sampai akhir permainan maka dialah yang akan menjadi pemenangnya. Kendati demikian ia menilai masih ada perbedaan antara Squid Game dengan tes CPNS.
Baca Juga: Viral Suami Kesal Istri Masak Kangkung Tiap Hari, Jatah Bulanan Jadi Sorotan
"Tapi bedanya, Squid Game diikuti orang-orang putus asa, sedangkan seleksi CPNS diikuti masyarakat yang penuh semangat dan optimisme," tuturnya.
Selain itu ia juga mengatakan bahwa faktor mental peserta menjadi salah satu yang dominan dalam mengerjakan soal. Krismono menganggap banyak peserta yang terlalu tegang, sehingga hasilnya kurang memuaskan.
Dengan begitu, ia berharap dengan adanya kreativitas dari pihak panitia, bisa sedikit mengendurkan ketegangan yang ada.
"Kami berharap melalui seleksi ini mendapatkan SDM yang mumpuni secara intelektual dan integritas."
Video yang mungkin Anda lewatkan:
Berita Terkait
-
Viral Suami Kesal Istri Masak Kangkung Tiap Hari, Jatah Bulanan Jadi Sorotan
-
Viral Emak-emak Bubarkan Pendemo di Makassar: Kau Islam, Salat Magrib
-
Cara Wanita Ini Masak Telur Picu Emosi Publik, 'Definisi Mempersulit Hidup'
-
Viral Rachel Vennya Dijemput Mobil Plat RFS, Kepolisian Ungkap Keasliannya
-
Bukan Sembarang Gaun, Baju Pengantin Wanita Ini Jadi Sorotan: Pasti Harganya Mahal
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata