Suara.com - Kembar siam bisa terjadi di bagian tubuh mana saja. Dalam hal ini siam kepala menjadi hal yang sulit bagi dokter untuk memisahkannya dengan selamat.
Namun seorang Profesor di Indonesia berhasil melakukannya pada tahun 1987. Kadua anak kembar itu selamat dan tumbuh berprestasi.
"Balada sebuah masterpiece, banyak orang meragukan daya hidup kembar siam pasca operasi, paling banter cuma bertahan satu atau dua tahun," tulis akun @FYudiWibowo4.
"Tapi Profesor Padmosantjojo, dokter ahli bedah saraf, bertekad untuk 'melawan' takdir itu. Hari itu, 21 Oktober 1987, dokter Padmo tengah merancang takdirnya sendiri," imbuhnya.
Menurut cuitannya, dokter Padmo memutuskan untuk operasi kembar siam dengan sekitar 40 dokter. Operasi tersebut dikenal sebagai salah satu operasi paling rumit dalam sejarah keokteran Indonesia.
"Sebuah operasi saraf dempet kepala vertikal (kraniopagus), yang direncanakan selesai di atas 10 jam. Tim spesialis, yang dipimpin langsung oleh dokter kelahiran Kediti tahun 1937 itu," tulis @FYudiWibowo4.
Menurut cuitannya, dokter dalam operasi ini harus memisahkan selaput otak (duramater) dan membelah pembuluh darah vena (sinus sagitalis) di otak menjadi dua bagian.
"Jelas ini rumit fan butuh tingkat presisi tinggi. Kesalahan sedikit saja akan berakibat fatal. Pemisahan itu seperti membelah uang kertas tanpa merusak gambar pada masing-masing sisinya," imbuhnya.
Kembar tersebut adalah Yuliani dan Yuliana ang lahir pada tahun 1987 dari Kepulauan Riau yang kemudian dibawa ke RSCM untuk penindakan.
Baca Juga: Terlalu Panik Kena Tilang, Anak Sampai Lupa Ditinggal di Jalan
Operasi berhasil dan kedua bayi itu yag kemudian sementara dititipkan di sebuah ruangan khusus milik Departeman Sosial.
"Setiap hari dokter Padmo mengontrol kebutuhan nutrisi mereka. Selama di Jakarta seluruh biaya ditanggung oleh dokter tersebut, termasuk menyediakan penginapan bagi kedua orangtua bayi," tulis @FYudiWibowo.
Orangtua dari bayi kembar bukanlah orang yang berada, ayahnya berprofesi sebagai tukang dan buruh.
Dokter Padmo merasa bertanggungjawab untuk mengurus kedua anak tersebut setelah berhasil menyelamatkannya.
"Bagi Padmo, Yuliana dan Yuliani adalah karya puncaknya sebagai dokter bedah saraf. 'Aku tak ingin karyaku rusak. Aku harus openi (merawat),' katanya. Sudah terlalu banyak energi dan biaya pribadinya yang dipertaruhkan dalam 'proyek' mahal ini," tambahnya.
Oleh karena itu dokter Padmo menyekolahkan dua anak kembar tersebut sampai kuliah. Bahkan anak kembar tersebut memanggil dokter Padmo dengan panggilan 'Pak De'.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Arus Mudik 2026, Lalu Lintas Tol SurabayaMojokerto Naik 25,3 Persen
-
BGN Wajibkan Pemantauan Limbah MBG Tiap Tiga Bulan, Tekankan Aspek Lingkungan dan Higienitas
-
KPK Soroti Pola Berulang Korupsi Kepala Daerah
-
Panen Raya di Kampung Rambutan: Omzet Pedagang Melonjak 8 Kali Lipat Saat Mudik Lebaran!
-
Israel Larang Warga Palestina Shalat Id di Masjid Al-Aqsa
-
Kirim THR ke Keluarga Jadi Lebih Mudah dengan Fitur Grup Transfer di wondr by BNI
-
Soal Perbedaan 1 Syawal 1447 H, MUI Sebut Penetapan Idulfitri Adalah Kewenangan Pemerintah
-
Bukan Hanya Pepohonan, Tanah Hutan Tua Ternyata Penyimpan Karbon Terbesar di Bumi
-
H-1 Lebaran: Arus One Way Tol Cipali Terpantau Lengang, Volume Kendaraan Turun Drastis 68 Persen
-
Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M