Suara.com - Para pendemo mulai berkumpul pada Jumat (29/10/2021) di distrik keuangan tradisional London, Inggris, untuk melobi protes penggunaan bahan bakar fosil menjelang dimulainya KTT iklim PBB di kota Glasgow, Skotlandia.
Associated Press melaporkan, protes yang akan diikuti juga oleh aktivis lingkungan Swedia Greta Thunberg adalah bagian dari hari aksi protes di seluruh dunia sebelum Konferensi Perubahan Iklim PBB yang dikenal sebagai COP26 dimulai.
Banyak aktivis lingkungan menyebut bahwa tanggal 31 Oktober-12 November 2021 adalah waktu untuk mengumpulkan kesempatan terakhir dunia untuk membalikkan keadaan dalam pertempuran melawan perubahan iklim.
Aktivis lingkungan di London memulai hari aksi protes mereka di Climate Justice Memorial, di luar pasar asuransi Lloyd's of London. Mereka meletakkan bunga merah dengan tulisan "Rise Remember Resist" di lokasi protes.
Para pendemo menuntut agar sistem keuangan global berhenti berinvestasi dalam penggunaan bahan bakar fosil.
Mereka diperkirakan akan berkampanye di sejumlah lokasi London sepanjang hari. Bank internasional Standard Chartered akan menjadi fokus utama aksi protes tersebut di sore hari.
KTT COP26 yang akan diadakan di Glasgow berlangsung setahun terlambat karena terhalang pandemi Covid-19. Enam tahun lalu di Paris, hampir 200 negara menyetujui rencana individual untuk memerangi pemanasan global.
Di bawah pakta Paris, negara-negara harus meninjau kembali janji mereka sebelumnya untuk mengekang polusi karbon setiap lima tahun dan kemudian mengumumkan rencana untuk mengurangi lebih banyak lagi dan melakukannya lebih cepat. (Jacinta Aura Maharani)
Baca Juga: Bertemu Petinggi Uni Eropa, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama Perubahan Iklim
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Wamensos Agus Jabo Ajak PWI Gaungkan Program Sekolah Rakyat
-
Penyebab Longsor Cisarua Dominasi Faktor Alam, Ahli Ungkap Ancaman Geologis Gunung Burangrang
-
Akal Bulus Maling di Jakbar: Nginap di Hotel Melati, Gasak Rumah Mewah Rp150 Juta Lewat Balkon
-
Akar Masalah Seleksi Hakim MK: Konfigurasi Kekuasaan dan Upaya Melahirkan 'Hakim Boneka'
-
Mabes Polri Endus Praktik Saham Gorengan di Balik IHSG Anjlok, Siap Buru Mafia Pasar Modal
-
IDAI Ingatkan Lonjakan Penyakit Anak di Musim Hujan: Waspada Super Flu hingga Bahaya Zat Kimia
-
Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya: Semua Kembali Guyub
-
Kasus Resmi Dihentikan, Hogi Minaya Legowo Tak Tuntut Balik
-
Percepat Program Prioritas Pemerintah, Kemendagri Akan Gelar Rakornas Pusat & Daerah 2026
-
Akhirnya Senyum Lebar! Hogi Minaya Blak-blakan Soal Masa Kelam Jadi Tersangka