Suara.com - Pemerintah langsung menggelar rapat untuk membahas situasi keamanan yang memanas antara Kelompok Kriminal Bersenjata dan TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya, Papua dalam sepekan terakhir.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan rapat itu dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
"Secara khusus Senin pagi jam 8.30, kita akan rapat di bawah pimpinan Wapres. Baik berdasar Perpres No. 19/20 maupun UU Non 2 Tahun 2021 terkait Dewan Papua, pimpinan pembangunan di Papua adalah Wapres," kata Mahfud kepada wartawan, Senin (1/11/2021).
Dia menilai KKB selalu membuat situasi keamanan di Papua panas saat momentum agenda internasional seperti Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang tengah diikuti Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri di Roma, Italia sekarang.
"Kesan kami OPM (Organisasi Papua Merdeka) itu selalu mengambil momentum utk menarik perhatian luar negeri. Saat ini Presiden sedang di luar negeri dan bertemu dengan tokoh-tokoh G20. Nah OPM memanfaatkan momentum itu," ucapnya.
Padahal, lanjut Mahfud, di agenda internasional KTT G20 tu tidak membahas masalah separatisme Papua.
"Dunia internasional melihat Papua seperti melihat daerah-daerah lain, misalnya masalah penyelamatan lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat, bukan soal disintegrasi," tegasnya.
Diketahui, dalam sepekan terakhir Kabupaten Intan Jaya memanas, kontak senjata antara KKB vs TNI-Polri terjadi sejak Selasa pekan lalu di Kampung Mamba, Distrik Sugapa.
Dalam kontak tersebut, seorang anggota TNI, Serka Asep mengalami luka tembak pada perut sebelah kiri, ia dievakuasi ke Timika untuk mendapatkan perawatan.
Baca Juga: Balita Tewas Saat Baku Tembak Dengan Teroris KKB Papua, Ini Pesan Mahfud Ke TNI-Polri
Sementara, dua orang warga sipil yang masih balita tertembak, satu diantaranya meninggal dunia karena tidak tertolong karena tak ada tenaga medis di lokasi.
"Kedua anak tersebut mengalami luka serpihan tembak, satu meninggal dunia dan satu terkena tembakan di punggung belakang," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam keterangannya, Kamis (28/10/2021).
Pascainsiden ini, Mahfud meminta TNI-Polri untuk lebih berhati-hati dalam operasi militer melawan KKB di Intan Jaya, Papua, sebab KKB kerap menggunakan warga sipil sebagai tameng.
"Saya minta aparat POLRI/TNI melakukan tindakan terukur agar tidak terjadi korban masyarakat sipil. Sebenarnya, seperti masyarakat tahu, POLRI dan TNI sudah sangat berhati-hati melindungi warga sipil," kata Mahfud kepada wartawan, Senin (1/11/2021).
Menurut polisi, KKB juga membakar ambulans dalam kontak senjata di Bandara Bilogai Sugapa, Distrik Sugapa pada Jumat (28/10/2021).
Selain itu, KKB juga membakar sebuah rumah milik warga bernama Rian, satu mobil tangki air, dan sebuah gedung dalam kontak pada Sabtu (30/10/2021).
Berita Terkait
-
Balita Tewas Saat Baku Tembak Dengan Teroris KKB Papua, Ini Pesan Mahfud Ke TNI-Polri
-
Dua Polisi Jual Ratusan Peluru ke KKB Ditangkap, Publik: Pengkhianat Negara
-
TNI-Polri Kembali Kuasai Bandara Bilogai Intan Jaya
-
Seorang Anak Tewas Ditembak KKB di Sugapa
-
LPSK Turun Ke Kiwirok Lindungi 8 Nakes Korban Serangan Teroris KKB Papua
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
Terkini
-
Viral Gunungan Sampah di Cakung Barat, Kelurahan Kerahkan Petugas dan Tutup TPS Liar
-
Habiburokhman: HUT ke-80 Harus Jadi Momentum Polri Perkuat Kepercayaan Rakyat
-
Pasar Baru Bakal Dijadikan Myeongdong Versi Jakarta
-
Gelombang Panas Eropa Makin Mematikan: Krisis Kesehatan Hingga Ancam Ketahanan Energi Nasional
-
Prabowo: Kita Butuh Kritik, Tapi Jangan Biarkan Demokrasi Dibajak Pemilik Modal!
-
Pramono Ultimatum Plaza Senayan dan Senayan City: Bangun Akses Penghubung atau Pajaknya Dinaikkan
-
Putusan MK Final, Pilkada Tetap Langsung! PKB: Jangan Debat Lagi, Saatnya Tekan Biaya Politik
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Diplomasi AS - Iran Memanas, Utusan Donald Trump Kejar Kesepakatan Damai di Qatar
-
Putusan MK Soal Pilkada Langsung Dinilai Beri Kepastian Hukum, Ini Alasannya