Suara.com - Perempuan yang diwawancarai Amnesty International mengatakan mereka diperkosa dan dipukul, bahkan di depan anak-anak mereka. Laporan baru menyebut para korban tidak bisa mendapatkan bantuan medis setelah serangan itu.
Pemberontak Tigray memerkosa, merampok, dan memukuli perempuan setempat setelah menyerang sebuah kota di wilayah Amhara utara Etiopia, menurut laporan terbaru Amnesty International yang dirilis pada Rabu (10/11).
Laporan terbaru ini memuat tentang pelanggaran hak asasi manusia yang mengganggu dan telah dilakukan selama konflik yang berjalan setahun.
Ini adalah laporan lanjutan oleh Amnesty yang mendokumentasikan pemerkosaan ribuan perempuan dan anak perempuan oleh pasukan Etiopia dan Eritrea di wilayah Tigray.
Penyelidikan Amnesty didasarkan pada wawancara dengan 16 penyintas kekerasan seksual dan otoritas lokal di kota Nifas Mewcha.
Laporan tersebut berfokus pada pelanggaran yang terjadi setelah pasukan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) memasuki Amhara pada bulan Agustus.
Korban menceritakan kengerian
Empat belas dari 16 perempuan yang diwawancarai Amnesty mengatakan mereka diperkosa beramai-ramai oleh pemberontak Tigray.
Dalam beberapa kasus bahkan mereka diperkosa di bawah todongan senjata dan di depan anak-anak mereka.
Baca Juga: Konflik di Ethiopia Makin Memanas, 16 Staf PBB Ditahan Pemerintah
"Tiga dari mereka memperkosa saya saat anak-anak saya menangis," kata salah satu korban yang selamat.
"Mereka menampar saya (dan) menendang saya. Mereka menodongkan senjata seolah-olah mereka akan menembak saya."
Para perempuan mengatakan mereka mengidentifikasi Tigrayans dengan aksen dan cercaan etnis yang mereka gunakan untuk melawan Amhara.
Seorang ibu dua anak berusia 28 tahun mengatakan kepada Amnesty bahwa salah satu dari empat pemerkosanya menghina dirinya dengan sebutan keledai, sementara putrinya menyaksikan tindakan keji tersebut.
"Dia berkata: 'Amhara adalah keledai, Amhara telah membantai orang-orang kami, pasukan Pertahanan Federal telah memperkosa istri saya, sekarang kami dapat memperkosa Anda seperti yang kami inginkan'," katanya.
Sementara, perempuan lain mengatakan dia jatuh pingsan setelah pejuang TPLF memperkosanya dan memukulinya, menggunakan senjata mereka.
Berita Terkait
-
Tayang Paruh Pertama, Varietas The Great Guide 3 Pilih Maroko dan Ethiopia
-
Gelandang Ethiopia yang Jadi Tentara Israel Diklaim Tewas di Gaza
-
Warga Israel Larang Orang Afrika Masuk Bunker: Ini Khusus Bangsa Yahudi
-
Terancam Hukuman Mati karena Kasus Narkotika, Kata Kemlu soal Nasib Linda Yuliana di Ethiopia
-
Ditahan di Ethiopia, Ibunda Ungkap Curhatan Pilu Linda Dijebak Sindikat Narkotika: Anak Saya Tak Bersalah!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Cushion Apa yang Bisa Menutupi Bekas Jerawat? Ini 9 Rekomendasi Terbaik untuk Makeup Flawless
-
Wagub Surya: Majukan Pendidikan Nias Barat Butuh Kolaborasi Semua Pihak
-
Dihadiri Ustaz Maulana, Pengajian TP-PKK di Masjid Nurul Wathon Sedot Perhatian Warga Lintas Daerah
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Besok 12 Agustus 2026, Hoki Ada di Depan Mata
-
Ulah Pemuda Perusak Bendera Merah Putih di Bantul Berbuntut Panjang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Seukuran Paspor dan Bobot 201 Gram, Galaxy Z Fold8 Terasa Lebih Praktis Dibawa
-
Viral Video Lafalkan Al Quran demi Miras, Polisi Mulai Panggil Pihak Terkait
-
BRIN Ungkap Peran Katalis dalam Mendorong Efisiensi Industri, Benarkah Bisa Hemat Energi?
-
Jangan Beli Tiket Kereta di Aplikasi KAI, Lagi Eror Hingga Jam 11 Malam
-
Indonesia Emas 2045: Mungkinkah Berinovasi jika Sewa Rumah Saja Cemas?