News / Nasional
Kamis, 11 November 2021 | 07:44 WIB
Calon Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa (kedua kanan) berfoto bersama anggota DPR usai sidang paripurna di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/11/2021). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]

Bamsoet juga meminta Panglima TNI baru nantinya dapat menyelesaikan konflik keamanan yang terjadi di Papua dengan cara dan strategi menguatkan pendekatan humanis guna menyelesaikan konflik di Papua sehingga tidak lagi mengancam keselamatan warga sipil di Papua.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Nyalla Mahmud Mattalitti mengharapkan Jenderal Andika dapat membawa TNI makin profesional dan dekat dengan rakyat. Panglima TNI baru harus memastikan tugas pokok TNI berjalan baik dalam hal penegakan kedaulatan, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, dan juga melindungi bangsa dari berbagai ancaman.

Yang terpenting, kata La Nyalla, TNI harus mampu memainkan peran dalam mengantisipasi berbagai dinamika dan perkembangan geopolitik yang sangat dipengaruhi oleh siber serta teknologi.

Tantangan

Pengamat militer Ridlwan Habib menyebutkan ada tiga tantangan bagi Jenderal Andika sebagai Panglima TNI.

Pertama, membantu pemerintah dalam penanganan COVID-19. Ridlwan mengatakan bahwa TNI adalah garda depan dalam membantu pemerintah menyalurkan vaksin dan mengirimkan bantuan ke pulau-pulau terpencil.

Kedua, perbaikan internal di Mabes TNI, termasuk soal kesejahteraan prajurit. Ia mengatakan saat menjabat Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Andika sangat peduli dengan prajurit TNI Angkatan Darat, misalnya membangun rumah dinas untuk prajurit di Batalyon 403/WP Yogyakarta. Rumah itu awalnya reyot dan tidak layak huni kemudian dibangun dengan sangat bagus.

Jenderal Andika juga sangat peduli dengan anggotanya yang sakit. Ia pernah menerbangkan langsung seorang anggotanya di Kodim Magelang Serda Mugiyanto yang kakinya cacat karena tugas. Serda Mugiyanto diterbangkan langsung ke Jakarta untuk dirawat di RSPAD Gatot Soebroto dan dipantau langsung, bahkan oleh Hetty Andika Perkasa, istri Jenderal Andika.

Ridlwan pun mengharapkan kesejahteraan di lingkungan TNI Angkatan Darat yang diperhatikan oleh Jenderal Andika, juga bisa melebar ke angkatan-angkatan yang lain baik, angkatan laut maupun angkatan udara.

Baca Juga: Heboh Marsekal Hadi Masuk Kabinet, Petinggi Partai Gerindra dan Demokrat Bilang Begini

Ketiga, bagaimana Jenderal Andika memimpin TNI di tengah tantangan globalisasi. Ada gerbong Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AUKUS), ada Laut Cina Selatan, konflik antara Amerika Serikat, dan Cina. Ridlwan mengatakan tantangan geopolitik tersebut juga harus dipersiapkan oleh panglima yang baru.

Jenderal Andika, kata dia, pernah lama berkarier di Kopassus, pernah lama di intelijen termasuk intelijen tempur. Selanjutnya, pernah menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Komandan Paspampres, panglima kodam, dan Pangkostrad.

Dari segi keilmuan pun tak perlu diragukan lagi, Jenderal Andika pernah mengenyam pendidikan di The Military College of Vermont, Norwich University, Northfield, Vermont, Amerika Serikat.

Berikutnya di National War College, National Defense University, Washington DC, Amerika Serikat dan The Trachtenberg School of Public Policy and Public Administration, The George Washington University, Washington D.C., Amerika Serikat.

Ridlwan meyakini dengan penugasan yang lengkap dan variatif, Jenderal Andika dapat menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Tentu dalam waktu yang relatif singkat hanya 1 tahun, Jenderal Andika diharapkan dapat melaksanakan visi dan misinya dengan baik dan sekaligus mampu menghadapi tantangan-tantangan yang bakal dihadapinya saat menjadi Panglima TNI. [Antara]

Load More