Bamsoet juga meminta Panglima TNI baru nantinya dapat menyelesaikan konflik keamanan yang terjadi di Papua dengan cara dan strategi menguatkan pendekatan humanis guna menyelesaikan konflik di Papua sehingga tidak lagi mengancam keselamatan warga sipil di Papua.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Nyalla Mahmud Mattalitti mengharapkan Jenderal Andika dapat membawa TNI makin profesional dan dekat dengan rakyat. Panglima TNI baru harus memastikan tugas pokok TNI berjalan baik dalam hal penegakan kedaulatan, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, dan juga melindungi bangsa dari berbagai ancaman.
Yang terpenting, kata La Nyalla, TNI harus mampu memainkan peran dalam mengantisipasi berbagai dinamika dan perkembangan geopolitik yang sangat dipengaruhi oleh siber serta teknologi.
Tantangan
Pengamat militer Ridlwan Habib menyebutkan ada tiga tantangan bagi Jenderal Andika sebagai Panglima TNI.
Pertama, membantu pemerintah dalam penanganan COVID-19. Ridlwan mengatakan bahwa TNI adalah garda depan dalam membantu pemerintah menyalurkan vaksin dan mengirimkan bantuan ke pulau-pulau terpencil.
Kedua, perbaikan internal di Mabes TNI, termasuk soal kesejahteraan prajurit. Ia mengatakan saat menjabat Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Andika sangat peduli dengan prajurit TNI Angkatan Darat, misalnya membangun rumah dinas untuk prajurit di Batalyon 403/WP Yogyakarta. Rumah itu awalnya reyot dan tidak layak huni kemudian dibangun dengan sangat bagus.
Jenderal Andika juga sangat peduli dengan anggotanya yang sakit. Ia pernah menerbangkan langsung seorang anggotanya di Kodim Magelang Serda Mugiyanto yang kakinya cacat karena tugas. Serda Mugiyanto diterbangkan langsung ke Jakarta untuk dirawat di RSPAD Gatot Soebroto dan dipantau langsung, bahkan oleh Hetty Andika Perkasa, istri Jenderal Andika.
Ridlwan pun mengharapkan kesejahteraan di lingkungan TNI Angkatan Darat yang diperhatikan oleh Jenderal Andika, juga bisa melebar ke angkatan-angkatan yang lain baik, angkatan laut maupun angkatan udara.
Baca Juga: Heboh Marsekal Hadi Masuk Kabinet, Petinggi Partai Gerindra dan Demokrat Bilang Begini
Ketiga, bagaimana Jenderal Andika memimpin TNI di tengah tantangan globalisasi. Ada gerbong Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AUKUS), ada Laut Cina Selatan, konflik antara Amerika Serikat, dan Cina. Ridlwan mengatakan tantangan geopolitik tersebut juga harus dipersiapkan oleh panglima yang baru.
Jenderal Andika, kata dia, pernah lama berkarier di Kopassus, pernah lama di intelijen termasuk intelijen tempur. Selanjutnya, pernah menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Komandan Paspampres, panglima kodam, dan Pangkostrad.
Dari segi keilmuan pun tak perlu diragukan lagi, Jenderal Andika pernah mengenyam pendidikan di The Military College of Vermont, Norwich University, Northfield, Vermont, Amerika Serikat.
Berikutnya di National War College, National Defense University, Washington DC, Amerika Serikat dan The Trachtenberg School of Public Policy and Public Administration, The George Washington University, Washington D.C., Amerika Serikat.
Ridlwan meyakini dengan penugasan yang lengkap dan variatif, Jenderal Andika dapat menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Tentu dalam waktu yang relatif singkat hanya 1 tahun, Jenderal Andika diharapkan dapat melaksanakan visi dan misinya dengan baik dan sekaligus mampu menghadapi tantangan-tantangan yang bakal dihadapinya saat menjadi Panglima TNI. [Antara]
Berita Terkait
-
Dituding Jadi Aktor Intelektual Demo Tolak MBG, PDIP Buka Suara: Mahasiswa Nggak Bisa Diperintah!
-
Kini Jadi 'Pesakitan', Tiyo Ardianto Diduga Terafiliasi Tim Pemenangan Ganjar Pranowo
-
Gatot Nurmantyo dan Eks Panglima TNI Bahas Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: Kepentingan Nasional
-
Panglima TNI, Gatot Nurmantyo hingga Agum Gumelar Kumpul di Kantor Menhan Sjafrie, Ada Agenda Apa?
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK