Suara.com - Pejabat Yunani mengklaim Turki bertindak seperti "negara bajak laut di Laut Aegea" dalam hal menangani imigran. Athena meminta Uni Eropa untuk menekan Ankara agar memenuhi kewajiban internasionalnya.
Pihak berwenang Yunani merilis video kapal Turki yang muncul untuk mengawal perahu karet yang penuh dengan migran ke perairan teritorial Yunani.
Athena sering menyalahkan Ankara karena gagal menindak penyelundup yang mengirim migran dengan perahu yang tidak aman dari pantainya.
Tindakan itu melanggar kesepakatan Uni Eropa pada tahun 2016. Berdasarkan kesepakatan itu, Turki akan mengurangi aliran migran melalui wilayahnya ke negara-negara Uni Eropa seperti Yunani.
Sebagai imbalannya, Turki akan diberikan bantuan keuangan sejumlah miliaran euro.
Apa kata otoritas Yunani tentang video itu?
"Video itu tanpa diragukan lagi menunjukkan upaya kapal penjaga pantai Turki untuk melakukan manuver berbahaya untuk memandu sampan ke perairan Yunani," kata Penjaga Pantai Yunani.
Pernyataan itu menambahkan bahwa penjaga pantai mencegah para migran memasuki perairan Yunani.
Kapal dan sampan Turki itu akhirnya kembali ke pantai Turki.
Baca Juga: Bayar Sendiri, Anak Kartika Putri Belanja Baju Capai Rp 80 Juta di Turki
Menteri Urusan Maritim Yunani Giannis Plakiotakis menuduh Turki bertindak seperti "negara bajak laut di Laut Aegea, melanggar perjanjiannya dengan Uni Eropa."
Plakiotakis meminta UE untuk memberikan "tekanan yang lebih besar pada Turki untuk mematuhi kewajiban internasionalnya."
Baik Yunani dan Turki saling menuduh gagal mematuhi kesepakatan tentang pengungsi tahun 2016 dengan UE.
Sementara, Turki mengatakan Yunani tidak kooperatif dan telah memperlakukan pencari suaka secara tidak manusiawi.
PM Yunani berdebat dengan wartawan tentang migrasi Ketika pemerintah Yunani mengecam Turki karena pendekatannya terhadap para migran, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mistotakis juga menghadapi kritik dari media dan organisasi hak asasi manusia atas tanggapannya terhadap krisis pengungsi.
Seorang jurnalis Belanda, Ingeborg Beugel, menuduh Mitsotakis pada Selasa (09/11) terlibat dalam "pelecehan narsis" sehubungan dengan para migran.
Berita Terkait
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Militer Israel Adang Kapal Bantuan Gaza di Perairan Yunani Gunakan Senjata Serbu
-
Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar
-
Jejak Sejarah di Balik Layar: Mengintip Megahnya Bozda Film Platosu di Istanbul
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini