Suara.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah membakar pos TNI di Intan Jaya, Papua pada Minggu (14/11/2021) kemarin. Selain itu, mereka juga mengaku membakar satu rumah sakit yang menimbulkan kontak tembak dengan aparat.
Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, pasukan yang melakukan itu dipimpin oleh Aple Kobogau Dan Aven Kobogau.
Dia menceritakan, awalnya TPNPB-OPM tengah mencari anggota TNI yang bersembunyi di hutan. Tanpa disengaja salah satu anggota TPNPB-OPM membakar rumput dan mengakibatkan kebakaran yang meluas termasuk mengenai pos anggota TNI.
"Membakar pos anggota TNI yang sedang bersembunyi sehingga anggota TNI keluar dan saling baku tembak dengan anggota TPNPB-OPM," kata Sebby dalam laporannya yang diterima Suara.com, Senin (15/11/2021).
Bukan hanya pos anggota TNI, TPNPB-OPM juga membakar satu rumah sakit yang baru dibangun. Kontak senjata tidak dapat terelakan dalam kejadian tersebut.
Sebby menyebut pihaknya belum mengetahui apakah ada korban jiwa akibat dari kontak tembak tersebut.
"Selain itu juga di tempat yang sama anggota TPNPB OPM berasil membakar satu rumah sakit yang baru di bangun, dan terjadi kontak senjata," katanya.
"(dan) di tengah kontak senjata tersebut kami belum memastikan anggota TPNPB-OPM atau masyarakat sipil yang terkena tembakan," imbuh dia.
Baca Juga: 194 Pastor Katolik Imbau Gencatan Senjata TNI, Polri, dan OPM
Berita Terkait
-
Mengapa Presiden Jokowi Terlalu Perhatian Dengan Papua? Dijawab Staf Khusus Asal Papua
-
96 Rekornas Para Atletik Pecah di Peparnas Papua
-
39 Rekor Nasional Renang Pecah di Peparnas Papua
-
Peparnas Papua Sukses, Lukas Enembe Berterima Kasih ke Presiden dan Menpora
-
Peparnas XVI Sukses, Gubernur Enembe Berterima Kasih ke Presiden Jokowi hingga Menpora
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Seorang Pemotor Tewas Usai Tertemper Kereta Bandara di Perlintasan Kalideres Jakbar
-
Komisi III DPR Beri Deadline 1 Bulan ke Kapolri, Ambil Alih dan Sikat Habis Oknum Polisi Bermasalah!
-
Sekretaris Eks Mendikbudristek Sebut Nadiem Makarim Larang Rekam Semua Rapat Daring
-
Saksi Sebut Nadiem Makarim Transfer ke 5 Stafsus Pakai Uang Pribadi
-
Bikin Publik Kecewa, Dasco Langsung Minta Pemerintah 'Rem' Rencana Impor 105 Ribu Mobil dari India!
-
Dedi Mulyadi Jemput 13 Korban LC di NTT, Pastikan Proses Hukum Tetap Berlanjut!
-
Soal Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Ketua Komisi X: Alarm Sosial dan Ujian Komitmen Kebangsaan
-
Menteri PPPA Minta Hukum Transparan Bagi Oknum Brimob Penganiaya Anak di Tual
-
Nekat Jualan di Trotoar Tanah Abang, Wali Kota Ancam PKL Bandel dengan Pidana Ringan!
-
Fenomena WNI Jadi Tentara Bayaran Negara Lain, Pakar HI Ingatkan Pemerintah Soal Ini