Suara.com - Brigjen TNI Muhammad Zamroni menyampaikan klarifikasi atas adanya pemberitaan media yang melibatkan namanya dalam kasus cekcok antara politisi PDIP Arteria Dahlan dengan seorang wanita yang mengaku anak jenderal bintang tiga.
Ia menuturkan, dirinya bukan Zamroni seperti yang dimaksud oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.
Muhammad Zamroni saat ini menjabat sebagai Widya Iswara Akademi Militer (Akmil). Sementara yang disinggung Prasetio dalam ceritanya ialah Zamroni yang berdinas di BIN.
"Pada kejadian tersebut, Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP dan istri tidak terlibat dan tidak berada di Bandara Soetta," kata Kapenhumas Akmil, Letkol Arm Kukuh Dwi Antono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/11/2021).
Saat ini M Zamroni tengah bertugas di Akmil, Magelang.
Oleh karena itu, Zamroni mana yang dimaksud oleh Prasetyo?
Dari penelusuran Suara.com, Zamroni yang dimaksud Prasetyo memiliki nama Moch Zamroni. Ia juga berpangkat Brigjen.
Moch Zamroni sempat menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0501/Jakarta Pusat medio 2016-2017. Setelah itu, ia lanjut bertugas sebagai Asops Kasdam Jaya.
Selesai dari itu, Moch Zamroni ditugaskan sebagai Kabagdukops pada Binda DKI Jakarta pada Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN pada Agustus 2019.
Baca Juga: Jika Periksa Arteria Tanpa Izin Presiden, DPR Sebut Kapolres Bandara Soetta Langgar UU
Sementara jabatan yang masih ia geluti hingga saat ini yakni sebagai Kapusdiklat BIN.
Terungkap Jenderal Bintang Satu oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo
Dilansir dari Antara, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menjadi sosok yang mengungkap teka-teki siapa oknum TNI berpangkat Brigjen yang disebut-sebut bersama perempuan yang ribut dengan ibu Arteria Dahlan di Bandara Soekarno Hatta.
Belakangan, Prasetio menyebut sempat ditelpon oleh Brigadir Jenderal Mochamad Zamroni yang diketahui merupakan suami dari wanita yang cekcok dengan ibu Arteria Dahlan di bandara.
Ia mengaku diminta tolong oleh Zamroni untuk memediasi dengan Arteria Dahlan.
Namun begitu, Prasetio yang sama-sama dari PDIP dengan Arteria Dahlan membantah sebagai beking dari istri Brigjen Mochamad Zamroni.
Berita Terkait
-
Dipanggil Polisi Kasus 'Anak Jenderal', MKD: Jika Arteria Hadir Berarti Merusak Sistem
-
Jika Periksa Arteria Tanpa Izin Presiden, DPR Sebut Kapolres Bandara Soetta Langgar UU
-
MKD Gelar Rapat, Bahas Masalah Arteria Dahlan Vs Perempuan 'Anak Jenderal'
-
Periksa Arteria Kasus Anak Jenderal, MKD ke Polres Bandara: Gak Bisa, Harus Izin Presiden
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar