Suara.com - Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli baru-baru ini jadi sorotan publik usai mengunggah cuitan berisi permintaan dukungan untuk maju di pilpres 2024.
Beragam tanggapan pun muncul dari pernyataan Rizal Ramli tersebut. Salah satunya dari pegiat media sosial Chusnul Chotimah.
Lewat sebuah cuitan di akun Twitternya yang ditulis Selasa (30/11/2021), Chusnul Chotimah menyampaikan sindiran tersebut.
Mula-mula ia bertanya apa perbedaan Rizal Ramli dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang memang digadang-gadangkan untuk menjadi Capres 2024.
"Kalian tahu nggak bedanya pak @/ganjarpranowo dan @/RamliRizal?" tulisnya dikutip Suara.com, Selasa (30/11/2021).
Ia lantas menyebut jika Ganjar di mana-mana diminta menjadi calon presiden, sedangkan Rizal Ramli disebut mengemis menjadi presiden di mana-mana.
"Kalo Pak Ganjar dimana-mana diminta untuk jadi presiden. Kalau Rizal Ramli dimana-mana ngemis untuk jadi calon presiden," lanjutnya.
Sebelumnya, Rizal Ramli diketahui mengunggah cuitan berisi permintaan dukungan baginya untuk maju pilpres 2024. Ia lantas menyebutkan janji-janji yang akan diwujudkan jika ia terpilih menjadi presiden kelak.
Tak tanggung-tanggung, Rizal Ramli juga menjanjikan Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan berjaya di Asia.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Main Film Yowis Ben 3: Syuting Seharian, Muncul Mung Sediluk
"Jika kawan-kawan ingin Indonesia berubah dari Demokrasi Kriminal menjadi Demokrasi yg Bersih dan Amanah, ingin Indonesia yg lebih adil dan makmur, kuat dan berjaya di Asia," tulis Rizal Ramli dikutip Suara.com, Senin (29/11/2021).
Rizal Ramli juga menyertakan formulir yang bisa diisi secara daring oleh orang-orang yang berniat mendukungnya.
"Tolong berikan dukungan kepada Dr. @RamliRizal dengan isi form ini," sambungnya.
Menanggapi hal tersebut, aktivis Nicho Silalahi lantas memberikan tanggapan. Ia mengaku bersedia memberikan KTP sebagai wujud dukungan pada Rizal Ramli.
"KTP ku untuk @RamliRizal dan akan berjibaku berjuang bersamanya merebut DEMOKRASI yang dibajak oligarki. Bersama kita bisa mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat di negeri ini," tulis Nicho lewat akun Twitternya.
Nicho menyebut dukungannya terhadap Rizal Ramli adalah sikap yang ia tunjukkan untuk negeri. Ia menilai Rizal Ramli memiliki keberanian untuk membangun negeri.
Berita Terkait
-
PPP Blak-Blakan soal Opsi Capres yang Bakal Didukung, Nama Anggota Baru Banser Disebut
-
Deklarasi Dukungan Prabowo-Puan Muncul di Banten, 10 Provinsi Lain Disebut Akan Menyusul
-
Relawan Beraksi: Sudah Saatnya ada Presiden Yang Bisa Memberikan Ruang Besar
-
CEK FAKTA: Megawati dan Prabowo Resmi Calonkan Ganjar Jadi Capres 2024, Benarkah?
-
Ganjar Pranowo Main Film Yowis Ben 3: Syuting Seharian, Muncul Mung Sediluk
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo
-
Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!
-
Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?