Suara.com - Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej menganggap Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan contoh pejabat negara yang taat dalam melakukan pelaporan terkait penerimaan gratifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Edward mencontohkan, ketika itu Jokowi telah melaporkan ke KPK mendapatkan sebuah piringan hitam album milik band Metalica dari kunjungan Perdana Menteri Kerajaan Denmark Lars Lokke Rasmussen.
"Di Indonesia sebetulnya Presiden Joko Widodo telah memberikan contoh yang baik dan ini diikuti oleh para menteri," kata Edward dalam Webinar di Youtube Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Selasa (30/11/2021).
Menurut Edward, Jokowi pun akhirnya menebus vinyl dari band Metallica itu kepada negara dengan total mencapai Rp11 juta pada 2017 lalu.
"Presiden Joko Widodo itu pernah menebus CD Metallica itu ya. Beliau tebus (11 juta) karena ketika diberikan CD Metallica itu beliau lapor KPK dan KPK menganggap itu sebagai gratifikasi. Kemudian beliau diberi kesempatan pertama kali untuk menebus kemudian beliau bayar," ucap Edward
Selain itu, kata Edward, salah satu yang menjadi perhatian juga ketika Raja Saudi mendatangi Indonesia. Dimana, Raja Saudi memberikan sebuah cenderamata berupa pedang mas kepada Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolri.
Namun, Tito yang kini menjabat sebagai menteri dalam negara secepatnya melaporkan pemberian pedang mas tersebut kepada KPK.
"Kunjungan Raja Saudi ke Indonesia itu banyak sekali cenderamata yang diterima antara lain. Yang saya tahu persis diterima oleh Kapolri yang jadi Mendagri adalah Jenderal Tito. Kalau saya tidak salah menyerahkan pedang emas ke KPK. Ya, itu contoh dari pejabat publik yang harus ditiru," ungkapnya
Maka itu, Edward berharap penyelenggara negara perlu mencontoh agar tidak sembarangan menerima apapun karena dapat dikategorikan sebagai penerimaan gratifikasi.
Baca Juga: Protes Anggaran Turun Terus, Pimpinan MPR Kompak Desak Jokowi Copot Menkeu Sri Mulyani
"Jadi menerima apapun itu bisa dianggap sebagai gratifikasi. Oleh karena itu bapak ibu, bagaimana mencegah gratifikasi ini? Saya kira di beberapa instansi Kementerian lembaga yang namanya UPG, unit pengendalian gratifikasi," imbuhnya
Berita Terkait
-
Protes Anggaran Turun Terus, Pimpinan MPR Kompak Desak Jokowi Copot Menkeu Sri Mulyani
-
Jokowi: Sampai Hari Ini Pemerintah Belum Impor Beras Sama Sekali, Stok Sangat Baik
-
Soal Hadirnya KSAD Dudung hingga Presiden Jokowi di Reuni 212, Panitia Jelaskan Begini
-
Ancaman Baru Dunia, Jokowi Perintahkan Menkes Pantau dan Update Varian Omicron Saban Hari
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra