Suara.com - Angkatan Udara Thailand mengungkapkan jika penyebab jatuhnya pesawat tempur F-5 pada Jumat (3/12/2021) adalah seekor burung.
Juru bicara Angkatan Udara Thailand AVM Prapas Sornchaidee mengungkapkan jika pesawat tempur itu jatuh saat latihan di distrik Chai Badan Lop Buri.
Akibat kecelakaan tersebut, menyadur Bangkok Post Rabu (8/12/2021), sang pilot mengalami luka-luka dan patah di bagian lengan kiri dan kedua kaki.
AVM Prapas mengatakan dia medapat laporan dari tim investigasinya bahwa pilot berusia 36 tahun, W/Cdr Sutthimet Ouamma, saat ini telah pulih.
Sutthimet meminta istrinya untuk membantu menulis surat yang menjelaskan mengapa dia harus keluar dari pesawat jet setelah lepas landas.
AVM Prapas mengungkapkan jika Sutthimet menjelaskan dalam suratnya bahwa ketika dia terbang, sebuah benda keras, yang dianggapnya sebagai burung besar, menabrak kanopi pesawat hingga pecah.
Sutthimet mengungkapkan jika tubuhnya penuh dengan potongan hewan itu, dan tidak dapat mengendalikan pesawat yang saat itu terbang dengan kecepatan sekitar 800 km/jam.
Setelah Sutthimet terlontar, pesawat jet itu jatuh di dekat sebuah danau besar area pelatihan di tambon Bua Chum, distrik Chai Badan.
Pesawat jet tersebut langsung hancur berkeping-keping saat mendarat dan petugas langsung menutup lokasi kejadian untuk pemeriksaan.
Baca Juga: Susah Payah, Thailand Tundukkan Timor Leste di Laga Pembuka Piala AFF 2020
Pilot dilarikan ke Rumah Sakit Chai Badan Lop Buri untuk menjalani perawatan pertama, dan kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Bhumibol Adulyadej Bangkok.
AVM Prapas mengatakan Sutthimet telah menyampaikan permintaan maaf kepada panglima Angkatan Udara Kerajaan Thailand karena tidak dapat mendaratkan jet dengan aman.
Tak lama setelah kecelakaan, Panglima Angkatan Udara Kerajaan Thailand menyatakan keprihatinannya yang mendalam kepada sang pilot.
Sebuah sumber mengatakan pesawat itu berusia hampir 40 tahun tetapi telah menjalani perawatan yang layak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi